| Sabtu, 15 September 2007 | EKONOMI |
Ekspor Mebel Terkendala PengirimanJEPARA - Salah satu kendala ekspor mebel, karena pengusaha lokal tak berani melayani order pengiriman barang di terima di pelabuhan negara tujuan. Sebab, mereka tak mau repot dan ambil risiko dan memilih aman, dengan kewajiban mengirimkan barang hanya sampai di pelabuhan dalam negara ''Dengan FOB (pengiriman sampai pelabuhan dalam negeri-red) memang mudah. Namun, keuntungan yang diperoleh tipis. Justru para agen asing yang selama ini menikmati keuntungan besar,'' kata Tjahja Rachmat Winardi, Marketing Manager SBU Pos Logistik PT Pos Indonesia, pada pertemuan dengan pengusaha dan eksportir mebel di Hotel Jepara Indah, Kamis malam. Dia menyarankan, jika ada order pengiriman sampai kenegara tujuan, agar eksportir mebel Jepara berani menerima. Dikatakan, sudah empat tahun ini, berdiri unit bisnis strategis ''Pos Logistik''. Jika dulu kantor pos hanya mampu mengirimkan paket barang kecil, sekarang pengurusan dan pengiriman seluruh dokumen dan barang dalam partai besar dilayani. Pos Indonesia memiliki jaringan hingga 119 negara di dunia. Untuk dalam negeri ada 3.500 kantor, sampai tingkat kecamatan dan 2.300 diantaranya sudah online. Dengan keberadaan kantor yang rata-rata di pusat kota, Pos Indonesia juga menawarkan menjadi show room bagi produk mebel ukir dan hasil kerajinan Jepara. Kepala SBU (strategic business unit) Pos Ligistik Amir Radjab Rambe menyatakan munculnya gagasan pendirian unit itu terilhami kehadiran orang asing yang bekerja mengurus dokumen pengiriman mebel asal Jepara dan daerah lainnya di Semarang ke Eropa. ''Saya kaget, karena banyak orang Eropa yang datang mencari makan di sini hanya dengan ongkang-ongkang dan mendapat hasil besar. Direktur Bisnis Komunikasi San Herib mengakui, selama ini ada gambaran PT Pos Indonesia serba lamban. Akhirnya, banyak yang memanfaatkan jasa perusahaan asing. ''Padahal, kami siap bersaing dalam tarif dan pelayanan,'' ujarnya. (kar-59) |