| Sabtu, 15 September 2007 | EKONOMI |
Kebutuhan Pokok Menjelang Lebaran Mulai DiantisipasiJAKARTA-Pemerintah mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi peningkatan kebutuhan pokok masyarakat. Tidak hanya bahan pangan, sarana dan prasarana transportasi, hingga persediaan uang kartal pun akan dimonitor. Secara umum, suplai empat bahan pokok yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, dan bahan bakar minyak (BBM) dalam posisi aman. Terkait harga, saat ini kondisinya relatif stabil termasuk minyak goreng yang mengalami tren penurunan harga meski belum menyentuh target. Demikian diungkapkan Menko Perekonomian Boediono dalam konferensi pers usai memimpin rakor terbatas menghadapi Lebaran di Kantor Kementerian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat Jumat (14/9). ''Fokus utama pemerintah adalah empat bahan pokok tersebut. Tetapi kami juga monitor kebutuhan pangan lain seperti terigu, cabe, daging ayam, dan sapi. Begitu juga dengan kesiapan transportasi untuk antisipasi ledakan penumpang di masa mudik nanti. Kapasitas alat transportasi darat, laut, dan udara serta prasarananya juga sudah dipersiapkan. Bank Indonesia juga sudah menyiapkan uang kartal, termasuk receh dari sekarang,'' jelasnya. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi untuk memprioritaskan jalur distribusi bahan pokok yang bekerja sama dengan Departemen Perhubungan dan Polri. Terkait sarana dan prasarana transportasi, Menteri Perhubungan Jusman Syafi'i Jamal memprediksi adanya lonjakan penumpang sekitar 5,66 persen dibanding tahun lalu dengan jumlah 14,8 juta penumpang. Di samping itu, perbaikan jalan juga sudah dilakukan Departemen Pekerjaan Umum yang ditargetkan akan selesai H-10. Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Ahmad Faisal juga memastikan suplai BBM aman hingga Lebaran tiba. ''Stok avtur cukup sampai 21,4 hari, premium 16,7 hari, kerosein 23 hari, solar 18 hari dan sedang ditambah stoknya untuk persiapan lebaran premium 4,8 juta barel dan solar 5,4 juta barel.''(J10,bn-59) |