logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 15 September 2007 EKONOMI
Line

TPT Jateng Dapat Kucuran Rp 73 Miliar

SEMARANG- Dana bantuan restrukturisasi industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) segera dikucurkan paling lambat akhir tahun 2007. Di Jateng, penerima dana bantuan ini sebanyak 11 perusahaan yang kemudian akan memacu investasi di sektor usaha tersebut senilai Rp 73 miliar.

Agus Sriyanto, Kepala Subdin Industri Logam, mesin, dan Tekstil Dinas Perindustrian Jateng, mengatakan penerimaan dana bantuan itu merupakan bagian dari program nasional yang dikucurkan kepada 83 perusahaan. Nilai investasi baru yang berkembang bisa sampai Rp 2,27 triliun. Umumnya, para pelaku industri TPT ini mengajukan permohonan bantuan subsidi untuk pembelian mesin baru maupun alat investasi lainnya dengan besaran potongan 11% untuk mesin seharga Rp 100 juta-Rp 5 miliar. Penyaluran dana melalui bank yang terkait. Nantinya proses pemanfaatan dana tersebut dilakukan pemantauan oleh tim independen.

''Dengan adanya bantuan restrukturisasi ini diharapkan akan kian meningkatkan kinerja industri TPT Jateng,'' katanya Jumat (14/9).

Disebutkan, bantuan itu dikhususkan pembelian mesin produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pembangkit listrik, broiler, chiller, dan material handling equipment.

Sunset Industry

Saat ini perkembangan industri TPT Jateng sedikit berangsur pulih meski produksinya masih dengan kapasitas terpasang 60-70%. Adanya bantuan restukturisasi ini setidaknya akan mengurangi kesannya sebagai sunset industry. Dengan demikian perbankan tidak akan lagi mengesampingkan sektor usaha yang merupakan unggulan ekspor Jateng. Diupayakan perbankan bisa lebih meningkatkan pembiayaannya kepada sektor TPT.

Apalagi ada sejumlah perusahaan TPT yang merelokasi tempat usahanya dari Jabar dan Jatim ke Jateng. Dipilihnya Jateng sebagai tujuan relokasi dengan alasan tingkat keamanan dan kenyamanan berinvestasi, ketersediaan tenaga kerja, serta UMK yang rendah.

''Hal itu tentunya akan menguntungkan Jateng, terutama untuk pengembangan ekonomi regional.'' paparnya. (H22-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA