logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 12 September 2007 SEMARANG
Line

18 Satpam PT Unza Vitalis Dikeluarkan

ARGOMULYO- Sebanyak 18 orang satuan keamanan (Satpam) PT Unza Vitalis yang memproduksi kosmetik di Kelurahan Noborejo Kecamatan Argomulyo Salatiga, diberhentikan sepihak tanpa alasan yang jelas. Pemberhentian satpam dilakukan oleh PT Jireh Makmur Persada sebagai outsourcing perusahaan yang dipercaya sebagai penyedia jasa keamanan.

Daryanto (39), warga Nobokulon Kelurahan Noborejo mengatakan, pemberhentian mereka oleh PT Jireh tanpa alasan yang jelas. Selama ini mereka sudah bekerja tujuh bulan terbagi atas tiga bulan training, tiga bulan bekerja, dan satu bulan untuk persiapan kontrak enam bulan mendatang. ''Kami akan mengirimkan surat kepada Disnaker agar dapat membantu memecahkan permasalahan ini. Intinya kami yang sudah bekerja tidak ada kejelasan tentang kelangsungan hidup kami. Surat telah dibuat dan akan dikirimkan ke Disnaker,'' kata Daryanto didampingi Joko Pitoyo (30) sesama satpam asal Tengaran Kabupaten Semarang, kemarin.

Menurut Daryanto, mereka telah menjadi korban kesewenangan akibat sistem manajemen yang tidak layak. Pemberhetian itu tanpa prosedur yang jelas, selama ini pembayaran gaji tanpa rincian karena lewat ATM, dan pemutusan hubungan kerja berlangsung spontanitas tanpa ada surat dari perusahaan.

Kesejahteraan

Dalam surat yang dibuat, para satpam itu juga mengeluhkan kesejahteraan dan jaminan hidup yang kurang, begitu juga fasilitas peratan dan pakaian, serta sistem pengamanan yang dilakukan di PT Unza Vitalis. Sementara itu dalam perjanjian kerja dengan PT Jireh Makmur Persada terdapat banyak pasal yang melemahkan posisi satpam. Di antaranya karyawan merupakan tenaga kontrak yang bisa dihentikan dalam jangka waktu tertentu, dan bila berhenti sewaktu-waktu atau mengundurkan diri tidak mendapat pesangon.

Sementara itu, Satiyono Adji, koordinator PT Jireh Makmur Persada yang baru ditunjuk oleh kantor pusat di Jakarta mengatakan, belum tahu banyak permasalahan itu. Sebab, koordinator yang lama sudah ditarik. Dia berharap agar para satpam tersebut tidak memperpanjang masalah, karena sebagai koordinator baru dia berupaya agar mereka dapat bekerja kembali. ''Permasalahan itu supaya dihentikan, saya meminta mereka segera mendaftar kembali dan saya akan mengupayakan agar dapat bekerja. Ini persoalan masa depan dan keluarga yang menjadi tanggungan satpam,'' ujarnya. (H2-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA