logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 10 September 2007 SEMARANG
Line

Pengganti BBM dari Limbah Serbuk Kayu

LIMBAH serbuk kayu sebagai briket pengganti bahan bakar minyak (BBM) tanah, lem PVC dan tinta sablon berbasis minyak dari limbah jas hujan, serta selai roti dari dami Nangka, ketiganya merupakan temuan siswa-siswi SMA Kota Semarang. Temuan tersebut memenangi lomba karya ilmiah bertajuk "Limbah Kusayang, Uang pun Datang", yang diselenggarakan oleh Indonesia Marketing Association Student Chapter (IMA SC) Undip, Minggu (9/9), di Fakultas Ekonomi Undip.

"Kami ingin membantu ibu-ibu yang pusing karena harga minyak tanah melambung tinggi yakni Rp 3.000 per liter," kata Ayu Haris Permatasari Putri, salah satu anggota tim SMA Negeri 4 Semarang saat mempresentasikan karya ilmiahnya di depan tiga orang dewan juri. Mereka adalah Adi Ekopriyono (Vice President IMA Jateng), Fery Prihantono (Program Manajer Bintari), dan Suryono Budi (dosen FE Undip).

Keempat siswi SMA Negeri 4 itu yakni Inna Imanestia Habibah, Ayu Haris Permatasari Putri, Meiska Firstiara Maudi, dan Siti Rahayu, yang mendapat hadiah uang Rp 300 ribu dari karya ilmiah berjudul "Pemanfaatan Briket Serbuk Kayu sebagai Energi Alternatif Bahan Bakar Minyak Tanah untuk Keperluan Rumah Tangga dan Industri".

Sedangkan Aries Budi, Richard S, Wanda Novita, dan Yosia dari SMA Mataram meraih juara kedua dengan karyanya "Daur Ulang Limbah Jas Hujan". Mereka mendapat uang Rp 150 ribu. Kemudian Whinarko dan Pinkan Kurnia dari SMA Negeri 4, mendapat juara ketiga dengan karya "Pemanfaatan Limbah Dami Nangka Menjadi Selai sebagai Diversifikasi Produk Makanan Selai". Mereka mendapat hadiah Rp 100 ribu.

"Yang penting bukan hadiahnya tetapi bisa mendapat kesempatan jadi juara dalam lomba ini", kata Whinarko. Ia bersama Pinkan memperoleh inspirasi membuat selai dari limbah dami nangka karena sebelumnya pernah membuat susu dari beton nangka.

Dami adalah bagian dari buah nangka, berupa serabut-serabut putih yang membungkus daging buah. Dami memiliki kandungan gizi hampir sama dengan daging buah. Biasanya, dami hanya dibuang begitu saja setelah nangka dibuka dan menjadi limbah.

Menurut Whinarko, dami dipilih terlebih dulu untuk mendapat kualitas yang baik. Kemudian dibersihkan dan dipotong kecil-kecil. Setelah itu diblender hingga halus. Lalu dami dimasak dengan air 10-15 menit, dan ditambahkan gula, agar-agar, asam sitrat, sodium benzoat dan essence. Ayu Haris menuturkan, briket dari limbah serbuk kayu bisa diperoleh dengan cara memasukkan ke tempat pengolahan, setelah dipisah antara yang kasar dan halus. (Fani Ayudea-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA