Disertasi doktoral yang disampaikan mantan Ketua Umum Partai Golkar
Akbar Tandjung di Universitas Gajah Mada baru-baru ini rupanya cukup menyengat
dan menimbulkan reaksi internal. Maklumlah Akbar menyinggung soal kepengurusan
partai itu saat ini yang didominasi oleh pengusaha mulai Ketua Umum Jusuf
Kalla, Ketua Dewan Kehormatan Surya Paloh dan Wakil Ketua Umum Agung Laksono.
Dikatakan kepengurusan itu terlalu berorientasi pada kekuasaan. Maka berkembanglah
kemudian wacana tentang politik saudagar atau saudagar yang berpolitik
demi ambisi kekuasaan. Adakah ini salah dalam konteks demokrasi?
|
 |
Apa pun alasannya, sulit memahami masih ada gaji guru taman kanak-kanak
sebesar Rp 30.000 per bulan. Feature wartawan harian ini sangatlah
tepat: Bagaimana rasanya hidup dengan pendapatan Rp 30 ribu per bulan?
Tentu saja sangat sulit dibayangkan. Terlebih lagi, harga-harga kebutuhan
pokok semakin merangkak naik. Tetapi itulah realitas yang dihadapi oleh
262 guru TK/ Raudlatul Athfal/ Bustanul Athfal swasta yang mengajar di
desa-desa pinggiran di Kabupaten Rembang. Romantika itu dikisahkan kepada
wartawan ketika menerima bantuan tunjangan dari Pemprov Jawa Tengah di
aula Pemkab, pekan lalu.
|
 |
BAGI kalangan usaha, pesta demokrasi sepeti pemilu dan pilkada
selalu dinanti dengan harap-harap cemas. Selain faktor keamanan, dunia
usaha kerapkali juga khawatir terhadap perubahan-perubahan kebijakan pascapilkada
yang sering dianggap tidak berpihak kepada mereka, baik sebagian maupun
keseluruhan.
|
 |
PUTUSAN Majelis Konstitusi (MK) No 5/PUU-V/2007 memberi angin
segar bagi demokrasi di Indonesia. Sudah banyak pemikiran yang mengupas
faktor apa yang memengaruhi calon apabila akan maju melalui parpol, gabungan
parpol, atau melalui perseorangan. Wacana yang muncul,...
|
 |
JIKA kita amati, persoalan perbankan syariah di Indonesia dewasa
ini sebenarnya bukan terletak pada munculnya justifikasi agama atas operasionalisasi
bank syariah. Hal yang amat mendesak untuk dikaji lebih dalam lagi adalah
masalah bagaimana caranya membenahi manajemen perbankan syariah yang selama
ini berkesan kurang profesional.
|
 |
Tragedi pilu tentang tewasnya buruh migran kita akibat kebrutalan majikannya
di macanegara, terulang kembali, seperti yang belum lama ini menimpa Kunarsih
asal Demak. Untuk kali kesekian pemerintah berkesan menutup mata dan telinga.
Mengapa para pejabat tak mau mengadopsi "resep" pemerintah Filipina
yang secara total membela mati-matian kepentingan pekerjanya di luar negeri?
|