| Sabtu, 08 September 2007 | SALA |
198 KK Kesulitan Air BersihSRAGEN-198 kepala keluarga (KK) dari tiga desa di Kecamatan Miri, Sragen, beberapa hari ini mengalami kesulitan air bersih. Mereka harus menggantungkan kebutuhan air bersih dari pasokan pemerintah. Pasalnya, memasuki musim kemarau, persediaan air bersih di sumur-sumur warga sudah habis. Meskipun ada, jumlahnya tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan mereka. "Mulai saat ini warga di Desa Girimargo, Desa Brojol dan Desa Bagor, terpaksa mengandalkan kebutuhan air bersih dari pengedropan Pemkab. Hal itu terus dilakukan hingga musim kering ini usai," ujar Kepala Urusan Keuangan Miri, Suharno yang ditemui dikantornya, Jumat (7/8). Menurutnya, ada dua dukuh di Desa Girimargo saat ini kritis air bersih yakni Dukuh Seneng dan Dukuh Losari. Sementara itu, dukuh lainya seperti Dukuh Lemahbang di Desa Brojol, Dukuh Kaliapung dan Candi di Desa Bagor, tidak separah di dua desa itu. Padahal untuk memenuhi kebutuhan itu, Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Kabupaten Sragen sering melakukan pengedropan bergilir ke desa-desa itu. Walaupun kurang mencukupi, bantuan itu sudah mengurangi beban penderitaan masyarakat. (J5-42) |