| Sabtu, 08 September 2007 | PANTURA |
PKL dan Becak di Area ATCS Akan Dibersihkan
TEGAL - Pemkot Tegal akan segera membersihkan pedagang kaki lima dan tukang becak yang mangkal di enam titik lokasi pemasangan Area Traffic Control System (ATCS), di sepanjang jalur pantura. Area tersebut dijadikan zona bebas PKL dan tukang becak, karena keberadaannya dikhawatirkan akan mengganggu jarak padang CCTV (kamera pemantau) saat dioperasikan. ''Tidak hanya PKL dan tukang becak saja yang akan kami bersihkan, tetapi spanduk iklan yang berada di sekitar area pemasangan ATCS juga akan kami lepas sehingga tidak mengganggu kerja alat tersebut,'' ujar Kepala Satpol PP Pemkot Tegal, Budiyanto didampingi Kasi Trantib Soni Sontani, kemarin. Dia mengatakan, zona steril PKL, tukang becak, dan spanduk diberlakukan dalam radius 100 meter dari setiap penjuru ATCS. Berdasarkan hasil pendataan petugasnya, terdapat 75 PKL dan puluhan tukang becak yang setiap hari mangkal di area tersebut. Mereka nantinya akan direlokasi ke kawasan lain yang tidak jauh dari zona steril. Hal itu dimaksudkan agar pedangang dan tukang becak tidak kehilangan pelanggan. ''Dalam hal ini kami juga tidak mau mematikan sumber mata pencaharian mereka,'' tandasnya. Menurut Budiyanto, pelaksanaan penataan PKL dan tukang becak itu akan dilaksanakan menunggu koordinasi dari Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishupar) Pemkot Tegal. Sebelum itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terhadap pedagang dan tukang becak. ''Yang pasti, penataan ini akan kami lakukan setelah alat ATCS diuji coba. Hal ini untuk mengetahui secara tepat titik-titik mana yang harus dibersihkan. Bagi PKL dan tukang becak yang tidak mengganggu, tidak akan kami pindah,'' paparnya. 80 Persen Kepala Dishubpar Pemkot Tegal Sumito SIP mengatakan, proses pengerjaan ATCS hingga kini sudah mencapai 80 persen. Bahkan, proses pemasangan jaringan sudah selesai 100 persen. Saat ini tinggal mengerjakan pekerjaan di ruang kontrol. Menurut dia, alat ATCS itu berfungsi untuk memonitoring dan mengurai kemacetan lalu lintas. Proyek itu didanai APBN senilai Rp1,8 miliar. Sedangkan enam titik yang menjadi lokasinya meliputi perempatan Pasific Mall, pertigaan Pramesti, pertigaan Mulya Dana, perempatan Pasar Sore, perempatan Gudang Garam, dan pertigaan Tempa. ''Enam titik ini merupakan jalur paling rawan kemacetan,'' jelasnya. (H38-15) |