logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 08 September 2007 PANTURA
Line

Dari Gathering "The Power of Mind"

Bola Lampu Dapat Pecahkan Ubin

PRAAKK!! Rizal pun terkejut ketika melihat sebuah ubin keramik berwarna putih, pecah menjadi dua saat dari ketinggian 1,5 meter dia menjatuhkan sebuah bola lampu pijar. Rasa terkejut bercampur heran juga dialami sebagian besar peserta. Mereka langsung penasaran dan bertanya-tanya, bagaimana bisa terjadi sebuah bola lampu pijar mampu memecahkan ubin keramik yang jelas lebih keras? Padahal ketika mencoba permainan itu, Rizal hanya diminta oleh Amelia Hirawan, untuk membayangkan, bahwa lampu pijar yang dipegangnya adalah sebuah besi dengan berat 20 kilogram.

Menurut wanita lulusan psikologi Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang ini, hal tersebut dapat terjadi hanya dengan memprogram pikiran untuk membayangkan, bahwa bola lampu itu dianggap sebagai sebuah besi. Maka ketika lampu pijar tersebut dijatuhkan, keramiknyalah yang pecah.

Amelia juga mengajak seluruh peserta membayangkan jari tangan kanannya menjadi lebih panjang dari jari tangan kirinya. Beberapa saat kemudian, peserta diajak membuktikan, benarkah jari tangan kanannya lebih panjang. Ternyata banyak peserta yang mengaku melihat jarinya lebih panjang.

Dalam gathering The Power of Mind yang diadakan oleh Indonesia Marketing Association (IMA) Tegal, Kamis malam (6/9) di Karlita Hotel Internasional, Amelia menjelaskan, kejadian tersebut secara logis dapat terjadi, karena tubuh bekerja mengikuti pikiran .

Selain itu, kemampuan otak manusia sangat luar biasa. Apapun yang dipikirkan oleh otak akan mempengaruhi tubuh. Seperti ketika seseorang mengatakan bahwa badannya mau sakit, ternyata benar, sesaat kemudian badannya akan sakit.

Amelia juga memberi contoh lain, ketika menjaga anak yang sedang sakit, seorang ibu sanggup begadang selama dua hari, bahkan berhari-hari tanpa sakit. Padahal untuk hari biasa, kurang tidur badan sudah loyo atau sakit.

Hanya Simulasi

''Memecahkan keramik hanyalah sebuah simulasi, bagaimana pikiran manusia bekerja. Ketika orang membayangkan bahwa bola lampu pijar itu hanya sebuah besi, pikiran akan mengikutinya dan memvisualkan seakan-akan bola lampu pijar ini benar-benar sebuah besi, sehingga pecahlah keramik itu.

Namun yang lebih penting lagi, bukanlah ubin keramik yang pecah, tapi bagaimana kita bermain-main dengan pikiran kita saat ini untuk mencapai hal-hal yang kita ingin capai,'' jelas Amelia.

Selain itu, ada permainan mematahkan pensil dengan jari telunjuk. Ketika pikiran fokus maka meski hanya dengan jari telunjuk, pensil yang keras dapat terpatahkan. Hal ini dibuktikan oleh Wakil Wali Kota Maufur yang berhasil mematahkan pensil ketika mencoba permainan ini.

Menurut Amelia, pikiran manusia ibarat sebuah harddisk komputer, yang ketika lahir belum diinstal informasi apapun. Ketika menerima banyak informasi secara berulang-ulang, akan diyakini sebagai sebuah sistem (mindset). Mindset tidak mudah diubah atau ditimpa dengan pola baru. (Cessnasari-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA