| Sabtu, 08 September 2007 | BANYUMAS |
Tahu Bolo-boloDiburu karena Rasa PedasnyaBUAH kelengkeng pasti tak lagi asing. Rasanya manis dan menyegarkan, terutama kalau dimakan ketika cuaca panas. Namun ada makanan mirip kelengkeng tetapi pedas sekali. Itulah tahu goreng yang populer dengan nama tahu bolo-bolo, salah satu produk sentra kerajinan tahu di Kalisari, Cilongok, Banyumas Bahannya tahu biasa, hanya bentuknya dibuat menyerupai buah kelengkeng yang bulat dan berwarna coklat. Jika tahu biasa rasanya tawar atau asin, tahu bolo-bolo diolah dengan campuran cabai dan berbagai jenis bumbu masak. Membeli tahu goreng biasa Anda harus mengambil cabai rawit mentah untuk memantapkan rasanya. Namun tahu bolo-bolo tak perlu repot mencari cabai rawit, karena sudah diolah di dalamnya. Bagi penggemar makanan pedas tetapi tidak ingin direpotkan mencari cabai rawit, tahu bolo-bolo sangat tepat. ''Saya suka makanan yang satu itu. Hampir tiap hari beli,'' tutur Irma (27), salah seorang penggemar asal Baturraden. Tahu mentah biasa dijual Rp 100-Rp 300 per potong, tahu goreng juga Rp 100-Rp 300 per potong, tetapi tahu bolo-bolo hanya Rp 100 per butir. Kualitas Tinggi Konsumen yang sudah cocok pada tahu modifikasi baru tersebut setiap kali membeli bisa mencapai satu kilogram. Dalam sehari Ny Bariyah (45), salah seorang perajin tahu mampu memproduksi 40 kg dan keuntungannya rata-rata Rp 350.000. Tahu Kalisari terkenal berkualitas tinggi di wilayah Banyumas. Orang mengenal tahu kuning dan tahu goreng berbentuk kotak besar atau kecil. "Tahu lain terasa sedikit asam, namun tahu goreng Kalisari lezat sekali," kata Anggraeni (21), seorang pelanggan tahu Kalisari dari Ketenger. Ny Ratini (37), pengusaha tahu bolo-bolo menjelaskan makanan itu dibuat sekitar setahun lalu pada saat tahu kurang laku. Ia punya ide membuat tahu berbentuk bulat. Kini banyak yang berminat pada tahu jenis itu karena rasanya pedas dan mantap. Kini, tahu bolo-bolo buatan Ny Ratini mulai dikenal dan digemari. Mungkin suatu saat ia akan membuat inovasi baru, mengolah tahu aneka rasa dan bentuk. (Khoerudin Islam-27) |