logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Agustus 2007 PANTURA
Line

Harga Gabah Naik hingga Rp 1.900/Kg

  • Petani Tetap Rugi

TEGAL - Harga gabah kering panen di Kota Tegal kini naik hingga Rp 1.900/kg. Meski lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 1.730/kg, tetapi petani di wilayah tersebut mengaku tetap rugi. Pasalnya, hasil panen kali ini turun hingga 40 persen akibat diserang hama.

Mamo (50), petani di Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat menuturkan, kenaikan harga gabah terjadi dalam sebulan terakhir. Hal itu disebabkan musim tanam kedua mulai berakhir, sehingga panen padi jarang dan stok gabah minim. Semula harga gabah kering panen Rp 1.600/kg, kini naik menjadi Rp 1.900/kg.

"Meski harganya naik, tetapi tidak berpengaruh. Kami tetap rugi kerena tanaman diserang hama sundep dan tikus," tuturnya, kemarin (28/8).

Menurut dia, sejak awal musim tanam padinya sudah terserang hama. Awalnya, hama yang menyerang jenis sundep. Ketika padi mulai berbuah giliran hama tikus menyerangnya. Akibatnya, hasil panen turun hingga 40 persen. Lahannya seluas seperempat hektare saat normal mampu menghasilkan 11 kuintal gabah. Namun, pada musim tanam sekarang hanya 7 kuintal.

"Bahkan, akibat serangan hama tikus sebagian tanaman padi di wilayah kami rusak dan tidak bisa dipanen," tandasnya.

Hampir Merata

Hal senada dikatakan Tarwin (45), petani lainnya. Dia mengungkapkan, serangan hama sundep dan tikus hampir merata terjadi di wilayahnya. Tanaman padinya seluas setengah bau saat ini hanya menghasilkan 16 kuintal. Padahal, saat normal bisa mencapai 20 kuintal. Kondisi tersebut diperparah dengan sulitnya mendapatkan pasokan air.

Saluran irigasi di wilayahnya sudah satu bulan tidak mengalir. "Kenaikan harga gabah ini awalnya membuat kami lega, tapi karena serangan hama, hasilnya tetap merugi. Saya saat ini rugi sekitar Rp 1 juta," ungkapnya.

Tarwin menambahkan, akibat tingginya harga gabah berdampak pada kenaikan harga beras di pasaran. Di tingkat pengecer harga beras kualitas satu kini mencapai Rp 4.800/kg dari semula Rp 4.400/kg. Karena itu, hasil panen yang diperoleh sebagian pilih disimpan untuk cadangan.(H38-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA