logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Agustus 2007 PANTURA
Line

3.000 Gakin Belum Terima Beras Gratis

  • Masuk Program Tahun 2008

TEGAL- Sekitar 3.000 keluarga miskin (gakin) di Kota Tegal hingga kini belum menikmati program bantuan beras gratis (rastis) yang dilaksanakan pemkot. Kondisi itu terjadi akibat perbedaan pendataan di tingkat RT dengan hasil pemutakhiran data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Dari hasil pemutakhiran data BPS, ada sekitar tiga ribu KK miskin yang belum mendapatkan rastis. Namun, mereka akan kami masukkan pada program tahun 2008 mendatang," papar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Dispermas KB) Susana Widya Wati, usai penyerahan bantuan rastis di Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, kemarin (28/8).

Menurut dia, awalnya penentuan jumlah KK miskin penerima bantuan berasal dari usulan di tingkat RT. Data itu dijadikan acuan karena saat program mulai digulirkan, pemutakhiran data BPS masih diproses.

Akibatnya, setelah hasil pemutakhiran data BPS muncul, diketahui ada KK miskin yang belum tercatat dalam program tersebut. "Sesuai data usulan dari masing-masing RT, keluarga yang tergolong miskin tercatat 12.153 KK. Sementara, dari hasil data BPS, jumlahnya mencapai 15.959 KK," jelasnya.

Di Kelurahan Debong Lor, kata Susana, jumlah KK miskin sesuai data BPS 155 KK, tetapi yang menerima rastis baru 118 KK. "Kami akui masih ada warga miskin yang belum menerima bantuan. Kami minta warga bisa mengerti, karena itu bukan sebuah kesengajaan. Mereka yang belum menerima akan kami masukkan pada program tahun 2008," tandasnya.

Hanya Janji

Dia mengungkapkan, program untuk mengentaskan warga miskin itu, pada tahun 2007 telah masuk tahap ke dua. Jumlah alokasi beras 121.530 kg bagi 12.153 KK. Setiap KK menerima 10 kg. Tahap ketiga akan dilaksanakan bulan Oktober, dengan alokasi dan jumlah penerima sama.

Tarsini (70) salah seorang warga Kelurahan Debong Lor mengaku hingga kini belum pernah menerima bantuan beras gratis itu. Padahal, dirinya janda yang hidup seorang diri. Tapi tetangganya yang tergolong mampu malah menerima. "Saya sejak awal belum menerima. Selama ini hanya dijanjikan saja," tuturnya.

Suriah (33), salah seorang warga penerima bantuan di kelurahan itu mengatakan, kualitas beras yang diterima sama dengan tahap I. Bantuan tersebut selama ini cukup untuk kebutuhan selama dua minggu. "Saya sudah dua kali menerima, dan itu cukup membantu," akunya. (H38-65)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA