| Rabu, 29 Agustus 2007 | SEMARANG |
Sumur Resapan Model Baru Akan DibangunGROBOGAN-Terbatasnya ketersediaan air yang selalu membayangi petani Grobogan di musim kemarau, menyulut keinginan pemkab membangun sumur resapan model baru. Sumur resapan ini tergolong sederhana dalam sistem pembuatannya, serta murah jika ditilik dari sudut biaya. Hal ini disampaikan Asisten II Pangkat Djoko Widodo saat ditemui di ruang kerjanya kemarin. ''Teknologi ini merupakan ide pengusaha sekaligus pengamat pertanian tropika Grobogan, Tjandramukti. Sistem kerja sumur tersebut dipaparkan dalam rapat dewan ketahanan pangan belum lama ini,'' ujar dia. Mengingat fungsinya yang bisa membantu petani mendapat air selama kemarau, perlu dipikirkan untuk segera membuatnya dalam waktu dekat. Setidaknya, ujar Asisten II, bisa dibangun sejumlah sumur sebagai proyek percontohan. Panen Hujan Sesuai ide pembuatnya, lanjut dia, sumur resapan menerapkan prinsip panen air hujan. Dimana, ketika air begitu mudah didapat saat penghujan kemudian disimpan dalam sumur yang dindingnya dilapisi anyaman bambu. Air yang tersimpan diyakini mampu bertahan hingga musim kemarau menjelang. Pada saat itu akar tanaman yang begitu membutuhkan air akan bergerak menyerapnya. Idealnya, tegas Asisten II petani memang harus membangun dua sumur resapan untuk ukuran tanah seluas 0,16 hektare. Hal ini dipakai untuk memenuhi ketercukupan air saat akar tanaman begitu membutuhkannya. Selain itu sumur resapan model baru ini diyakini mampu mencegah terjadinya erosi tanah permukaan. ''Sumur tersebut sangat tepat untuk lokasi pertanian di kawasan tadah hujan. Kita siap mengalokasikan anggaran setelah sebelumnya diusulkan melalui APBD 2008,'' ujar dia. Terpisah Toyo, petani Desa Mangunrejo Kecamatan Wirosari mengaku membutuhkan sumur resapan semacam itu. Dia berharap keinginan pemkab membangun sumur resapan mampu mengatasi persoalan air di musim kemarau. ''Kalau seperti saya harus menunggu bantuan. Tidak punya biaya kalau disuruh membuat sendiri,''jelas dia. (H41-16) |