logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Agustus 2007 SEMARANG
Line

Ditangkap, Jual "Emas Batangan"

SEMARANG BARAT- Udin Alamin (43) warga Perumahan Pasadena Jl Candi Mutiara Raya D24, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, diamankan petugas Unit Ranmor Polres Semarang Barat dengan tuduhan melakukan penipuan.

Tersangka yang setiap harinya mengaku punya usaha jual beli barang antik itu ditangkap karena terlibat penipuan. Kepada korbannya, Samudiyusi (27), warga RT 15 RW 4, Kampung Sungai Tabuk, Banjamarsin, dan Ali Amirudin (38) warga RT 16 RW 6, Trenggulung Candi, Sidoarjo, tersangka menjual emas batangan satunya seharga Rp 150.000.

Ternyata, setelah diteliti, emas batangan tersebut tak lebih hanya besi putih yang dilapisi kuningan. Padahal, tersangka sebelumnya cukup meyakinkan mengatakan, emas batangan tersebut kalau dijual perbatangnya bisa laku hingga Rp 250 juta.

Dari rumah korban, polisi menyita sekitar 100 batang emas palsu dan ratusan uang kuno yang kini dijadikan barang bukti. "Saya tidak pernah mengatakan barang itu sebagai emas, tapi platinum. Mereka (korban-Red) saja yang percaya kalau itu emas," kilah Udin saat dimintai keterangan Kanit Ranmor Polres Semarang Barat, Ipda Yulmulyadi SH, Selasa (28/8).

Menurut tersangka, barang itu dibeli di sebuah toko dekat Stasiun Jatinegara, Jakarta. Dia membeli satu batangnya seharga Rp 100.000. Oleh tersangka, dijual Rp 150.000. Tersangka lantas mencari calon pembeli sembari menyebarkan cerita, kalau barang itu bisa dihargai Rp 150 juta hingga Rp 250 juta.

Kepincut

Samsudin dan Ali Amirudin yang berkenalan dengan tersangka di Cirebon akhir bulan lalu, kepincut dengan tawaran tersangka. Terlebih setelah tersangka mengungkapkan, ada seorang pengusaha asal Semarang yang hendak membeli dengan harga Rp 150 juta.

Bahkan untuk meyakinkan, Udin mengajak kedua korban menginap di rumahnya. Samsudiyusi pun menyerahkan Rp 4,5 juta untuk tiga puluh batang emas palsu. Uang itu diminta di awal perjanjian dan tersangka berdalih akan ke Jakarta mengambil emas batangan tersebut. "Uang itu bukan untuk saya pribadi. Tetapi untuk membeli beras yang nantinya saya bagikan kepada fakir miskin. Saya sifatnya hanya membantu saja," dalih Udin.

Sepintas berat dan bentuknya menyerupai emas. Hal itu dikarenakan besi tersebut dimasukkan ke dalam kuningan. Di lapisan kuningan itu juga terdapat tulisan dengan memakai bahasa inggris. Mirip emas peninggalan zaman penjajahan Belanda. (H21,D12-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA