logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Agustus 2007 SEMARANG
Line

Intel Gadungan Perdaya Dua Gadis

SEMARANG- Lantaran kepincut dengan gadis dan ingin membawa kabur sepeda motor milik kenalannya, Achmad Asror (25), warga RT 4 RW 1 Desa Tangkir, Kecamatan Guntur, Demak, ditangkap petugas Satreskrim Polres Semarang Barat, kemarin.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka mengaku sebagai anggota intel Polda Jateng. Hal itu agar usaha mendekati dan menjalin hubungan dengan gadis yang diincarnya bisa berjalan lancar.

Selama beraksi, Asror kerap mengenakan pakaian mirip polisi dan bergaya bak anggota intel sungguhan. "Saya mengaku sebagai anggota polisi biar bisa percaya diri saat berkenalan dengan wanita," kata tersangka saat dimintai keterangan Kapolres AKBP Hari Prasodjo dan Kanit Reskrim AKP Gandung Sarjito.

Ada dua korban yang diperdaya aksi gagah-gagahan tersangka, yakni Ninis (20) warga Semarang Selatan dan Masani (23) warga Semarang Utara. Untuk menutupi bualannya, tersangka tidak pernah menyebut nama kesatuan dan pangkat yang disandangnya, tiap kali bercengkerama dengan korban. "Saya hanya mengaku sebagai anggota intel Polda ," tandas Asror yang setiap harinya bekerja sebagai penjual barang rosokan di daerah Demak.

Menurut dia, atribut berupa emblem polisi dibeli di daerah Krangggan dengan harga Rp 20.000. Sedangkan seragamnya dibuat penjahit di dekat tempat tinggalnya. "Cita-cita saya dulu memang ingin menjadi seorang polisi. Tapi tidak kesampaian," kata tersangka yang mengaku pernah mendaftar menjadi anggota Polri pada tahun 2002, namun tidak diterima.

Cukup Meyakinkan

Dengan pakaian dan atribut tersebut, tersangka cukup meyakinkan Ninis dan Masani ketika kali pertama berkenalan. Selang beberapa hari, tersangka kian akrab dengan kedua korban. Dia pun kerap mengajak pergi mengendarai sepeda motor milik korban.

Rupanya, diam-diam tersangka tidak hanya kepincut dengan paras korban, tetapi sepeda motor milik korban pun diincarnya. Modus yang dilakukan tersangka adalah pura-pura mengajak korban ke tempat wisata dalam waktu yang berbeda. Ninis diajaknya ke Pantai Marina, sedangkan Masani ke tempat pemancingan Sikopek, Mijen. Saat korban pergi ke toilet, tersangka langsung melarikan motornya. Tersangka bisa dengan mudah membawa kabur motor, pasalnya kunci kontak ada padanya. (H21,D12-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA