logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Agustus 2007 SEMARANG
Line

Dana ''Piknik'' Lurah Tidak Jelas

  • Langgar Disiplin Anggaran

SEMARANG - Kalangan DPRD menyoroti sumber pembiayaan perjalanan para lurah ke Bali. Sebab, pada pos anggaran di Bagian Pemerintahan Kelurahan (Pemkel) Setda tidak ada mata anggaran yang menunjuk pada kegiatan tersebut.

Rencana kegiatan yang disebut-sebut sebagai ''piknik'' itu, tidak pernah dibahas pada penyusunan APBD 2007. Anggota Komisi B DPRD Kota Ari Purbono menyatakan, dari 18 program yang ada di Pemkel, tidak satu pun yang merujuk acara lurah itu. ''Kalau tidak teranggarkan, dan kemudian dilaksanakan, maka bisa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan sebagai pelanggaran disiplin anggaran,'' kata Ari, Selasa (28/8).

Kalau tidak dibiayai APBD, menurut dia, sumber pembiayaan akan mengundang pertanyaan lebih jauh. Sementara, kalau ada pengalihan program, harus sepengetahuan DPRD. ''Seandainya dana itu didapatkan dari sponsor atau pihak ketiga, tidak bisa dilakukan serta merta. Sebelumnya, harus ada proses pembahasan dan pelaporan soal itu.''

Di luar sumber yang dipertanyakan, pihaknya juga mempersoalkan efektivitas pelaksanaan studi banding yang melibatkan seluruh lurah. Menurut dia, studi banding baru efektif kalau dilakukan dalam tim kecil.

''Persoalan efisiensi itu merupakan salah satu poin evaluasi yang disampaikan Gubernur, pada penyusunan APBD 2007 lalu. Ketika itu, Gubernur meminta, agar dilakukan efisiensi pada perjalanan dinas, dengan mengurangi jumlah peserta dan jumlah hari,'' katanya.

Jangan Dipersoalkan

Wali Kota Sukawi Sutarip meminta agar perjalanan para lurah ke Bali tidak terlalu dipersoalkan. Dikatakan, sebagai PNS para lurah memiliki hak untuk mengikuti rekreasi. ''Lagi pula, para lurah ke Bali tidak hanya untuk jalan-jalan. Mereka juga studi banding ke Gianyar, yang memiliki desa teladan tingkat nasional,'' katanya.

Studi banding ke Gianyar itu sebagai upaya peningkatan wawasan dan pengetahuan para lurah, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang menjadi keunggulan Gianyar. ''Jangan khawatir soal terhentinya pelayanan publik, karena para lurah diberangkatkan bergiliran, dalam dua gelombang.'' (H9,H12-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA