| Rabu, 29 Agustus 2007 | EKONOMI |
Promosi Mebel Perlu Tembus Pasar GlobalSEMARANG-Untuk menembus pasar mebel global diperlukan sarana promosi pameran berkualitas bertaraf internasional. Selama ini pengusaha mebel lebih mengandalkan pameran yang diselenggarakan di Singapura. Karena itu Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) berupaya menggagas pameran di negeri sendiri yang diharapkan lebih efisien dan mengangkat citra produk mebel Indonesia Ketua Asmindo Jateng, Anggoro Ratmadiputro, mengatakan pengusaha mebel nasional memiliki kontribusi besar dalam pameran di Singapura. Hal itu bisa dilihat dari tingginya persentase jumlah keikutsertaan pengusaha nasional di ajang tersebut. Sarana promosi itu adalah berupa pameran bertajuk International Furniture and Craft Fair Indonesia yang digelar di Jakarta 5-9 Maret 2008. Pameran itu tidak hanya menjadi etalase bagi produk lokal, namun diharapkan menjadi ikon pemasaran mebel Indonesia dan peningkatan pasar ekspor. "Kami bekerja sama dengan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) dengan mengundang 10 buyer besar dunia. Diharapkan pameran ini bisa lebih mengangkat produk nasional," katanya dalam peluncuran Iffina di Hotel Santika Premiere Selasa (28/8). Dibandingkan negara lain, seperti Singapura, Vietnam dan Thailand semua negara itu sudah memiliki kalender kegiatan pameran tahunan khusus produk mebel. Diupayakan produk Indonesia yang sudah dikenal luas di pasar global bisa didorong dengan adanya pameran itu. Sebelumnya, pengusaha mebel selalu memanfaatkan Pameran Produk Ekspor (PPE) yang digelar pemerintah. Kecenderungan saat ini pameran PPE kian menambah produk yang dipamerkan, terutama produk unggulan ekspor. Adanya spesifikasi produk yang dipamerkan secara jelas, maka akan lebih efektif lagi dalam mencapai target. Kepala Dinas Perdagangan Jateng, Banudojo Hastjarjo, mendorong kabupaten dan kota untuk turut memfasilitasi pengusaha lokal agar berpartisipasi dalam Iffina. (H22-33) |