| Rabu, 29 Agustus 2007 | BUDAYA |
Balas Budi TompiJIKA selama ini khalayak mengenal Tompi sebagai penyanyi pop jazz yang sukses tapi belum tahu siapa yang berada di belakang kesuksesannya, kini giliran Tompi memperkenalkan persona yang banyak duduk di belakar keberhasilannya. Dialah Raden Aryo Baskoro, pemuda kelahiran 12 Januari 1982 di Jakarta, atau yang kemudian lebih tenar dengan nama Bibus. Bersama Bibus, musisi yang mahir memainkan semua instrumen kecuali drum, Tompi merilis album solo bertajuk Bibus, Love Love Love. Sebagai executive producer di bawah label indie BnT & Rpm, Tompi menyokong penuh rekannya yang penuh bakat itu untuk menjadi penyanyi solo sebagaimana dirinya. Lewat album jazz pop yang mengemas 11 tembang dan mengeksplorasi berbagai genre musik seperti pop, disko rock, pop jazz, blue jazz, dan funk, mereka yakin kehadirannya akan semakin mewarnai industri musik Indonesia. "Selama ini kita cenderung disuguhi warna musik yang seragam. Album Bibus memberikan alternatif lain dan ini menyegarkan di tengah keragaman tema musik yang ada sekarang," kata Tompi di Jakarta, kemarin. Gerilya Album yang dikerjakan secara gerilya di studio pribadi itu, Bibus tidak saja memainkan berbagai instrumen tapi juga menulis lirik, mengaransemen lagu, dan menyanyikannya sekaligus. "Setelah sekian lama kita tidak menjumpai lagi musisi sekaliber Chris Kaihatu dan Fariz RM yang multi-talented, kini lahir musisi baru bernama Bibus," imbuh Tompi. Menurut dia, Bibuslah yang selama ini mematangkan lagu-lagunya dan membuat namanya dikenal oleh penikmat jazz pop di Tanah Air. Untuk itulah dia mendorong rekannya itu untuk mempertunjukkan kemampuannya kepada masyarakat luas. Mengandalkan single "Bukan Pacarmu", "Selamat Tinggal, "Love Love Love", dan "Terindah Bagimu", baik Tompi maupun Bibus yakin masih ada pangsa pasar bagi mereka. "Jika selama ini saya melihat ada kepentingan pasar dan kepentingan idealisme bermusik dari seorang seniman cenderung berseberangan, dalam album ini saya mencoba menjembataninya," kata Bibus, mantan personel Groovology. Apakah benar selera musik publik yang tidak tertebak itu mampu dijembatani oleh musik jazz pop Bibus? "Paling tidak kami telah menghadirkan musik yang berkualitas, dan bukan melulu bertolak pada kepentingan komersial," kata Tompi, diamini Bibus. (G20-45) |