| Rabu, 29 Agustus 2007 | BANYUMAS |
Kelinci Tiga Warna Paling Mahal
SIANG itu, dua ibu sedang berdiri di samping mobil pikap yang mengangkut kandang berisi ratusan kelinci di Jl HR Bunyamin, Purwokerto. Seorang di antaranya, tampak menggendong binatang yang menjadi ikon Majalah Playboy tersebut. Hewan berwarna putih itu, seakan-akan juga merasa nyaman berada dalam dekapan Rohati (55), calon majikannya. Warga Purwokerto Barat itu tampaknya juga sudah jatuh hati pada bakal piaraannya. Karena itulah dia terus membujuk pedagang, untuk menjual dengan harga yang diinginkannya. Saat itu Rohati mengungkapkan, ia membeli binatang tersebut hanya kerena cucunya terus merengek. Namun setelah memegang dan menggendong si kelinci, ternyata dia merasa ikut senang. ''Cucu saya berulang kali merengek minta kelinci. Jadi hari ini saya belikan. Eh, ternyata sekarang saya juga suka.'' Ketika harga sudah disepakati, ia bersama temannya pergi menenteng kandang berisi dua ekor kelinci. Dari Batu Andi Cahyono (21), pedagang keliling kelinci mengatakan, ia ikut tetangganya berdagang beberapa bulan ini. Mereka mengambil dagangan dari Batu, Malang dan dijual berkeliling di Purworejo, Cilacap, dan Purwokerto. Di antara kota-kota itu, tak jarang mereka juga membeli hewan selain kelinci dari warga setempat. Menurutnya, binatang bertelinga panjang ini diminati karena menggemaskan dan perawatannya yang mudah. Cukup diberi makan dua kali sehari dengan sayur hijau atau buah-buahan. Tidak perlu diberi minum, karena malah bisa kembung dan mati. Kalau kotor, cukup dilap dengan kain basah. Ia melanjutkan, sekali kulak bisa sampai 250 ekor. Dagangan sebanyak itu, biasanya habis terjual dalam empat atau lima hari. Binatang dagangannya bervariasi umur dan jenisnya. Dari usia satu hingga tiga bulan dengan jenis lokal, Australia, dan Angora. Menurutnya, yang paling mahal adalah kelinci dengan tiga warna pada bulunya. Biasanya coklat, putih, dan hitam karena jarang ada. Harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Ada tiga golongan usia yang dijualnya, usia satu bulan dipatoknya dengan harga Rp 25.000, dua bulan Rp 30.000, dan usia tiga bulan dengan berat sekitar dua kilogram dibandrol Rp 70.000. ''Harga itu masih bisa ditawar. Bukan harga mati,'' sambungnya. (74) |