logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Agustus 2007 OLAHRAGA
Line

KONI Protes ke NOC Malaysia

JAKARTA- Ketua Umum KONI dan KOI Rita Soebowo menyayangkan tragedi yang menimpa wasit karate Indonesia Donald Kolopita. Dia dipukuli oleh aparat kepolisian Malaysia Sabtu (25/8). Hal ini berakibat pengunduran diri kontingen Indonesia dari Kejuaraan Karate AKF di Kuala Lumpur.

Sekjen KONI Pusat Rosihan Arsyad Senin menyatakan, Rita Soebowo sudah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Sekjen National Olympic Council (NOC) Malaysia menyikapi tragedi tersebut.

"Pihak NOC Malaysia melalui She Kok Chi menanggapi serius kejadian yang menimpa wasit kita. Mereka menyayangkan kejadian ini," kata Rosihan Arsyad di Jakarta kemarin.

Menurut dia, NOC Malaysia menyatakan kalau insiden ini merupakan kali pertama terjadi. "Kami yakin dan percaya NOC Malaysia dapat melihat permasalahan ini dengan jernih. Mereka berjanji akan memberikan tanggapan atas kejadian ini," paparnya.

KONI dan KOI, lanjutnya, sangat mendukung langkah yang diambil pemerintah melalui Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Lembaga ini mengajukan nota protes resmi kepada Kementerian Sukan dan Belia Malaysia. Presiden juga dilapori kasus yang menimpa Donald.

Rita Seobowo mengaku sudah mengirim surat protes resmi pada NOC Malaysia. Mereka berjanji akan menindaklanjuti kasus ini kepada pemerintahnya. "Mestinya NOC setempat mampu memberikan jaminan pada semua delegasi peserta WKF," tegasnya.

Irene Kobandaha yang merupakan orang tua Donald Kolopita menyatakan, menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada PB Forki (Federasi Olahraga Karate Indonesia) untuk menyelesaikan permasalahan yang menimpa Donald Kolopita. Putranya adalah Ketua Dewan Wasit Karate PB Forki.

Irene mengaku sangat kecewa atas tragedi yang menimpa putra semata wayangnya itu. "Saya menerima berita ini dari kakak yang berdomisili di Stockholm (Swedia). Ada harian Swedia yang menulis tragedi Donald Kolopita yang dianiaya empat orang Polisi Malaysia," katanya di Jakarta kemarin.

Donald Kolopita kemarin sudah kembali ke Tanah air dengan menumpang pesawat Lion Air dari Kuala lumpur. Dia masih akan menjalani perawatan di salah satu Rumah sakit di Jakarta. Presiden Prihatin

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan prihatin atas aksi kekerasan Polisi Diraja Malaysia dengan pemukulan terhadap Ketua Wasit Karate Indonesia, Donald Pieter Luther Kolopita. Demikian dikatakan Menpora Adhyaksa Dault di Kantor Kepresidenan kemarin.

"Presiden sangat memprihatinkan kejadian itu. Meskipun demikian, kita harus sabar, menahan diri, dan melakukan upaya hukum," kata Adhyaksa Dault seusai menghadap Presiden.

Dia juga menceritakan kembali kronologis yang menimpa Donald Pieter.

Menurutnya, Donald sedang keluar bersama dengan seseorang bernama Fahri. Mereka hendak naik taksi, namun tidak juga datang.

Akhirnya Donald dan rekannya memutuskan berjalan kaki. Ketika berjalan kaki, tiba-tiba datang empat orang. Mereka mengira Donald dan Fahri adalah pendatang haram.

"Empat orang ini tanpa menunjukkan identitas tahu-tahu menghajar Donald sampai babak belur dan harus diopname di rumah sakit," tuturnya. (D3,F4-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA