OSAKA - Pelari Jamaika Veronica Campbell memenangi lari 100 meter putri Kejuaraan Dunia Atletik dalam suasana kacau saat menyentuh garis finish bersamaan dengan pelaru AS Lauryn Williams di Osaka, Jepang, kemarin.
Campbell dan juara bertahan Williams sama-sama mencatat waktu 11,01 detik. Namun akhirnya juri memutusan pelari Jamaika sebagai pemenang setelah berunding beberapa menit.
Di samping Campbell danWilliams, ada empat pelari lain yang finish bersamaan. Hal itu membuat suasana kacau, karena masing-masing mengklaim sebagai pemenang.
Juaa dunia 2003 Torri Edwards bahkan sempat mengibarkan bendera negaranya dengan wajah ceria karena merasa dirinya sebegai pemenang.
Edwards akhirnya harus puas di peringkat keempat. Sedangkan perunggu direbut oleh Carmelita Jeter (AS). Edwards mencatat waktu 11,05, sedangkan Jeter 11,02.
Campbell memenangkan nomor sprint dengan catatan paling jelek selama kejuaraan dunia diadakan.
Beruntun
Kenenisa Bekele hari Senin meraih gelar dunia marathon 10.000 meter tiga kali berutun, dengan teman senegaranya, Sileshi Sihine, membuntutinya dan menempati posisi kedua dalam suatu kemenangan dramatis untuk Ethiopia.
Pelari marathon kelahiran Kenya yang bermarkas di Jepang, Martin Mathathi, finish di tempat ketiga, karena duo Ethiopia itu menyalipnya pada awal putaran terakhir di putaran ke-25 dan Bekele meninggalkan teman satu timnya di tikungan terakhir.
Bekele (25) tetap tak terkalahkan dalam marathon 10.000m, termasuk di Olimpiade Athena 2004.
Ia mencatat waktu 27 menit 05,90 detik, sementara Sihine mencatat 27:09,03, dan Mathathi 27:12,7, lebih lambat dari rekor dunianya 26:17,53.
Hasil tersebut membantu Bekele hampir menyamai rekor pelari legendaris dari negaranya, Haile Gebrselassie, yang menjadi juara dunia 10.000m empat kali beruntun.