SEMARANG- Sartono Anwar ditargetkan membawa PSIS masuk Superliga musim depan. Ketegasan dan kewibawaannya dinilai dapat menyatukan visi tim guna menggapai target tersebut.
Pelatih gaek tersebut terpilih menggantikan Bonggo Pribadi karena karakter pribadinya yang kuat.
"PSIS masuk Superliga adalah target minimal bagi Pak Sartono. Kami memang sebelumnya memiliki calon lain, tetapi saya yakin Pak Sartono yang paling tepat karena berwibawa tinggi," kata Manajer Yoyok Sukawi dalam konferensi pers di Stadion Jatidiri, kemarin.
Yoyok yang didampingi Manajer Teknik Setyo Agung Nugroho mengungkapkan keyakinannya akan pencapaian target tersebut. Apalagi Julio Lopez dkk tidak mempermasalahkan penggantian pelatih di tengah-tengah kompetisi.
Peluang tim Kota Semarang lolos ke babak 8 Besar Liga Indonesia disebutnya masih terbuka. Dengan catatan, mereka mampu memenangi seluruh laga kandang yang tersisa dan meraih minimal empat kemenangan partai tandang.
Saat disinggung tentang keadaan Sartono yang baru pulih dari sakit, Yoyok menyebut mantan pelatih Persikab Kabupaten Bandung itu telah berjanji menjaga kondisinya. Secara lisan, ayah bek Persib Bandung Nova Ariyanto itu juga menyatakan kesiapan, baik dari segi fisik maupun mental. Karena itu, manajemen skuad Mahesa Jenar menyandarkan harapan tinggi kepadanya.
Rapor
Yoyok juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bonggo. Mantan libero Pelita Jaya itu disebutnya telah bekerja sama dengan baik serta bekerja keras selama menangani tim. Pelatih yang akrab dipanggil BP itu diberhentikan secara hormat terhitung 27 Agustus. Sayangnya, Bonggo tak dapat hadir dalam konferensi pers karena telah pulang ke Surabaya.
"Penggantian ini berbeda perkaranya dengan pemecatan Sutan Harhara musim lalu. Sutan dulu diganti karena selalu menganggap materi timnya kurang, padahal amunisi pemain saat itu komplet. Rapor Mas Bonggo awal musim ini baik, tetapi di tengah-tengah muncul banyak masalah, terutama faktor nonteknik," tutur dia.
Manajemen yang melihat situasi itu segera melengkapi pasukan Bonggo dengan merekrut beberapa pemain baru. Nyatanya, PSIS tetap terseok-seok pada awal putaran kedua ini. Karena itu, upaya penyegaran dengan mengangkat pelatih baru dianggap solusi tepat guna mendongkrak prestasi.
Bek timnas Maman Abdurahman mengaku tak masalah dengan pergantian pelatih tersebut. Dia yakin kebijakan itu bisa meningkatkan performa tim. Adaptasi juga diyakininya tak akan butuh waktu lama, karena mayoritas pemain PSIS kenal dengan Sartono.
Sebelum pulang, Bonggo berpamitan kepada seluruh pemain di mes Jalan Semeru, kemarin pukul 13.00. Menurut gelandang Joao Carlos, eks libero timnas itu meminta Lopez cs tampil lebih fight pada laga-laga berikutnya. Carlos sendiri berharap Sartono mampu membawa PSIS ke babak 8 Besar. (H29,H13-40)