logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Merevitalisasi Hubungan Bank dengan Masyarakat


SM/Sutomo JAMBORE KEUANGAN MIKRO: Sesepuh Kadin Jateng sekaligus Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir Budi Santoso menerima panitia Jambore Keuangan Mikro, di kantor Jl Pandanaran 30 Semarang, Senin (27/8). (57)

SEMARANG - Jambore Keuangan Mikro Jawa Tengah 2007 yang akan digelar 6-8 September mendatang di Semarang, diharapkan mencapai hasil tersekapatinya revitalisasi pola hubungan bank dengan kelompok masyarakat. Acara dalam rangkaian program Rakit Usaha (Gerakan Pembangkitan Kewirausahaan) Kadin Jateng itu juga diharapkan akan merevitalisasi pola hubungan bank dan pelaku keuangan mikro.

Hasil lain yang hendak dicapai dalam jambore yang baru kali pertama digelar itu adalah terumuskannya usulan kebijakan Pemprov Jateng bagi pengembangan keuangan mikro di provinsi tersebut. Juga, tercapainya komitmen bersama tentang perlunya sistem pendukung keuangan mikro, yakni lembaga yang khusus menangani pengembangan kapasitas (capacity building) dan layanan keuangan (wholesaler).

Hal itu disampaikan Ketua Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM) Indonesia Provinsi Jateng Pratomo saat beraudiensi dengan sesepuh Kadin Jateng sekaligus Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir Budi Santoso di kantor Jl Pandanaran 30 Semarang, Senin (27/8). Hadir Ketua Kadin Jateng Solichedi, Ketua Pelaksana Jambore Piet Budiono, Prasojo (Divisi Fasilitasi Gema PKM), dan pemerhati UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dari Undip FX Sugiyanto.

Pratomo mengatakan, kegiatan yang digelar di Hotel Horison oleh Gema PKM, Kadin, dan Pemprov Jateng, serta didukung Depdagri dan Kementerian Koperasi dan UKM itu akan melibatkan stakeholders Gema PKM Jateng. Yakni, lembaga pemerintah, lembaga keuangan, lembaga keuangan non bank (pegadaian, koperasi, dan lain-lain), lembaga penelitian, perguruan tinggi, LSM, organisasi massa, sektor riil, media massa, dan lembaga donor yang diperkirakan mencapai 200 orang.

Rembuk Usaha

Bentuk kegiatan, meliputi sarasehan, bazar, kunjungan lapangan, dan bengkel kerja (workshop). Budi Santoso akan menjadi pembahas (penanggap) dalam salah satu sarasehan, yakni ''Rembuk Usaha Bank, BPR/BKK, dan UMKM''.

''Acara akan kami atur bernuansa pedesaan. Kegiatan digelar di Jateng sekaligus untuk mengingatkan bahwa keuangan mikro lahir untuk pertama kalinya pada 112 tahun lalu di Purwokerto,'' kata dia.

Pihaknya juga akan memberikan penghargaan pada sejumlah tokoh. Penghargaan dalam bentuk anugerah Satya Bhakti Utama dan Satya Bhakti (bagi regulator yang peduli pada usaha keuangan mikro). Selain itu, anugerah Wira Bhakti bagi pengusaha yang mencurahkan perhatiannya pada UMKM dan keuangan mikro, salah satunya Budi Santoso, serta Manggala Bhakti, diperuntukan bagi pelaku keuangan mikro dan UMKM.

Nama-nama calon penerima lainnya masih terus dibahas oleh para juri yang terdiri atas Prof Dr Daniel Kameo (UKSW), Prof Dr FX Sugiyanto (Undip), Perbamida, Perbarindo, Gema PKM, Kadin, dan budayawan.

Budi Santoso menyambut baik kegiatan itu. Dia juga meminta agar panitia melibatkan Ketua Panitia Ad Hoc (PAH) II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sarwomo Kusumaatmadja sebagai salah satu pembicara dalam sarasehan, terutama menyangkut RUU Lembaga Keuangan Mikro yang diusulkan DPD. (G7-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA