logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Agustus 2007 NASIONAL
Line

"Demo Buruh Jangan Anarkis"

JAKARTA- Wakil Presiden Jusuf Kalla mempersilakan para pekerja atau buruh menggelar aksi demo untuk memperjuangkan tuntutannya. Tetapi ia mengingatkan agar aksi unjuk rasa itu tidak dilakukan dengan cara merusak, karena akan membuat takut pengusaha untuk berinvestasi.

Wapres yang berlatar belakang pengusaha itu juga menyampaikan mengingatkan keprihatinannya soal maraknya radikalisme yang menjadi salah satu masalah utama bidang ketenagakerjaan di Indonesia. Menurutnya, persepsi tentang radikalisme tenaga kerja itu menyebabkan para pengusaha dan investor takut menanamkan modalnya di Tanah Air.

''Ada masalah sedikit saja pekerja langsung demo. Demo tak masalah. Tapi kalau kemudian bakar pabrik, merusak kantor dan sebagainya, ini yang bagi pengusaha menakutkan,'' ungkapnya ketika membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Ketenagakerjaan di Jakarta, Senin (27/8).

Kalla mengatakan, sebenarnya tak banyak masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Yang ada adalah persepsi yang berkembang soal radikalisme para pekerja yang gampang tersulut emosinya jika ada tuntutan yang belum terpenuhi. Persepsi seperti itu jika tidak dihilangkan bisa membahayakan investasi.

Dia meniai, salah satu pemicu maraknya radikalisme adalah makin banyaknya organisasi serikat pekerja di Indonesia. Jika sebelumnya hanya ada satu serikat pekerja, yakni SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), kini tidak kurang dari seratus organisasi pekerja atau buruh yang berdiri.

''Kadang-kadang bersaing, mana yang paling hebat atau keras demonya itu yang didukung,'' kata Kalla disambut tawa. Dia minta pengawas mendeteksi masalah-masalah sebelum membesar.(A20-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA