| Selasa, 28 Agustus 2007 | NASIONAL |
Ibu Tancapkan Paku ke Kepala AnaknyaJAKARTA- Paku berukuran 3 centimeter menancap di ubun-ubun Alexander Jorgi Siahaan (1 tahun 10 bulan). Benda tajam itu ditancapkan Renta Lumbanbatu (28) ke kepala putra bungsunya. Sang ibu diduga mengalami stres. Alexander kini dirawat di ruang rawat IRNA B, RSCM, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (27/8). Dari pengamatan, paku berkarat itu menancap rata di kepala bocah tersebut. Selang infus tampak menancap di tangan Alexander yang terbalut kaos warna putih. Meski demikian, batita itu terlihat anteng alias tidak rewel, dan tidak menangis. Alexander tampak manja dalam gendongan tantenya, Imelda. "Kalau jalan-jalan, dia segar. Dia nggak nangis, dia kuat," kata Imelda. Ibundanya, Renta, dirawat dalam satu ruangan. Dua paku juga tertancap di kepalanya. Kejadian mengerikan ini terjadi di kediaman pasangan pasutri Belsing-Renta di Jalan Sono Keling, Depok Timur pada Sabtu (25/8) pukul 17.30 . "Putri (5), anak pertama kakak saya, datang dan menangis histeris. Dia bilang, Bou (tante), kepala Alex ditancap paku sama Mamak," kata Imelda menirukan ucapan keponakannya. Lalu Imelda bergegas memberitahukan peristiwa ini kepada kakaknya, Belsing, yang tengah bekerja sebagai satpam. "Saya lagi kerja, tiba-tiba adik saya, Imelda, kasih kabar, katanya Alexander kepalanya ditancap paku oleh ibunya. Saya langsung buru-buru pulang," kata Belsing. Dia mendapati kepala anaknya ditancapi satu paku. Dan dua paku menancap di kepala sang istri. Alexander dan Renta lantas dilarikan ke RS Hermina dan RSUD Pasar Rebo. Namun dua rumah sakit itu angkat tangan dan merujuk 2 pasien itu ke RSCM. "Mungkin dia agak depresi. Saya tidak tahu, dia kesal sama saya atau jenuh. Selama ini kalau marah diam-diam saja, tidak banyak ngomong, tetapi bisa juga karena ekonomi kami lagi sulit," kata Belsing. Pusing Renta yang bertubuh mungil ini tampak plontos rambutnya. Dia tidur di sebelah ranjang Alexander. Dua paku berkarat masih menancap di kepalanya. Dia juga diinfus. Saat ditanya, Renta enggan bicara. Kenapa menancapkan paku ke Alex? "Pusing," katanya yang mengenakan kaos warna hijau. Sakit tidak Bu? "Coba saja," kata ibu tiga anak tersebut. Dia mengaku menancapkan paku dengan batu saat Alexander bangun tidur. Paku itu diperolehnya dari beton dan dinding rumah. Kenapa pusing? "Lapar," ujarnya. "Kan sudah dibawakan nasi bungkus kau," timpal Imelda. Imelda mengatakan keluarganya tampak pasrah menerima peristiwa ini. "Gimana mau marah, diajak ngomong saja gini," katanya sambil menunjuk Renta. Kasus ini kini ditangani Polres Depok.(dtc-60) |