logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Pistol Rakitan Diduga dari GAM

  • Polda Sweeping Senpi Ilegal

SM/ Yusuf Gunawan JAWAB PERTANYAAN: Kapolda Jateng Irjen Dodi Sumantyawan menjawab pertanyaan wartawan soal peristiwa tertembaknya Bripda Fera Bahara Nur di Mapolwil Surakarta, kemarin. (57)

SOLO- Senjata api rakitan mirip colt kaliber 8 mm yang menyebabkan tertembaknya Bripda Fera Bahara Nur, staf Bagian Pelatihan dan Pengajaran (Latjar) di Akademi Kepolisian (Akpol), diduga dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Bripda Asep Deny, anggota Sat Brimob Simongan Polda Jateng, pernah bertugas di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Untuk itu, Kapolda Jateng Irjen Dodi Sumantyawan memerintahkan jajarannya memperketat pengawasan dan melakukan sweeping, kemungkinan ada anggota polisi lainnya membawa pulang senjata api dari daerah konflik.

Sementara untuk penyidikan Bripda Asep Deny ditahan. ''Kesalahan senpi yang disita tidak diberikan ke kesatuan,'' tegas petinggi Polda Jateng itu usai meresmikan Patroli Bersepeda di Poltabes Surakarta, Senin (27/8).

Ditintelkam Polda Jateng akan memperketat kepemilikan senjata api milik anggota polisi.

Kapolda mengatakan prosedur tetap dalam rangka memantau dan menyeleksi kepemilikan dan penggunaan senjata api organik anggotanya sebenarnya sudah sering dilakukan.

Namun dalam kasus-kasus tertentu ada juga penanganan dan tindakan secara khusus. Seperti dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal milik salah seorang anggota polri.

Rencana Sidak

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Drs Syahroni mengatakan, soal rencana sidak untuk pendataan, pengawasan dan penggunaan senpi anggota Brimob dan kesatuan lain di tubuh polri sudah dilakukan.

Khusus terhadap personel polri yang pernah ditugaskan di daerah konflik, diakui berpotensi memiliki senjata ilegal hasil sitaan, sehingga ada upaya khusus. Antara lain sidak untuk memeriksa kepemilikan senpi anggota Brimob.

Bripda Asep Dany masih diperiksa intensif oleh penyidik tim gabungan di markas Sat Brimob Simongan.

Selain diduga melakukan pelanggaran menyimpan dan memiliki sepi ilegal, Asep juga menjalani pemeriksaan internal terkait pelanggaran disiplin atau indisipliner.

Dia menjelaskan insiden itu, menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja di jajaran Polda Jateng, terutama pengawasan senpi personel Polri.

Sementara itu, serpihan proyektil peluru di tubuh Bripda Fera Bahara Nur (22), Senin (27/8), berhasil dikeluarkan tim dokter RS Dokter Kariadi Semarang.

"Operasi berlangsung kurang lebih dua jam, mulai pukul 18:00 hingga 20:00. Serpihan proyektil itu dikeluarkan dari sekat atau rongga antara hati dan paru-paru korban," kata Humas RS Dokter Kariadi, M Alfan.

Kendati kondisi fisik berangsur-angsur membaik, namun Fera masih dalam pengawasan intensif tim dokter guna proses pemulihan pascaoperasi di ruang ICU-PICU.(G11,D12,H21-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA