logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Agustus 2007 BANYUMAS
Line

ELING-ELING

Padi RI-1 Dikenalkan

CILACAP- Cahaya Muda Cilacap (CMC) bersama Asosiasi Tani Organik Nusantara (Astonusa), Sabtu (25/8), secara simbolis memanen padi Dwi Warna ''Merah Putih'' (RI-1). Acara tersebut dihadiri Adji Kusumo, penemu padi varietas RI-1 asal Yogyakarta. Serta mantan Rektor Unsoed Purwokerto Prof Rubijanto Misman dan budayawan Banyumas Ahmad Tohari.

Pada kesempatan itu Adji Kusumo memperkenalkan padi Merah Putih kepada petani Cilacap dan Banyumas. Dia berharap, petani di daerah tersebut tertarik menanam varietas tersebut.

''Panen raya padi unggul RI-1 telah dilaksanakan di kampus UMY, 13 Agustus 2007. Pemetikan dilakukan Rektor UMY, Ketua Umum Muhammadiyah Dien Syamsudin, dan saya sendiri,'' kata Adji Kusumo.

Acara yang berlangsung di Sekretariat CMC Jalan Jeruk Manis No 17, Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Cilacap itu dimeriahkan Pentas Budaya ''Merah Putih''. (ag-74)

Sabung Ayam Digrebek

BANJARNEGARA-Puluhan orang yang tengah berada di kalangan judi sabung ayam pada sebuah lapangan bola voli yang berada di Dusun Sidongkal, Desa Leksana, Kecamatan Karangkobar, sontak lari tunggang langgang saat polisi menggerebek tempat tersebut, Minggu (26/8) siang.

Sedikitnya 16 orang bisa diamankan dan hingga kemarin masih dimintai keterangan di Mapolres Banjarnegara. Bersama mereka, polisi juga mengamankan 15 unit sepeda motor yang diduga dipakai untuk menuju lokasi perjudian, uang Rp 465 ribu dan 6 ekor ayam jago.

Selain itu, dua buah jam dinding beserta adaptor untuk pengatur waktu, dua jerigen air, terpal, kain untuk kalangan, buku rekap data dan dua bungkus tablet rimazon yang diduga untuk ayam aduan, turut disita sebagai barang bukti.

''Penggerebekan dilakukan setelah petugas mendapatkan laporan dari masyarakat. Jumlah orang yang akan diperiksa diperkirakan bisa bertambah,'' kata Kapolres AKBP Sutekad Muji Raharjo melalui Kasat Reskrim AKP A Sambodo, kemarin. (H25-29)

Protes Limbah Pabrik

BANJARNEGARA-Pencemaran limbah hasil olahan produksi dari pabrik aci yang ada di Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, sudah meresahkan warga di sejumlah desa yang dialiri Sungai Sapi. Warga meminta kepada pemerintah untuk bertindak tegas mengatasi limbah yang membahayakan tersebut.

Desa yang berada di aliran Sungai Sapi, adalah Desa Petir, Kaliajir, Pucangbedug, Merden, dan Sawangan, Kecamatan Purwonegoro. Sungai tersebut kini berwarna hijau dan berbau menyengat, sehingga membuat sesak napas. Bagi warga di desa itu, Sungai Sapi sangat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci dan memasak.

Kusnardjo, Kepala Urusan (Kaur) Kesra Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwonegoro mengungkapkan, kondisi tersebut sudah berlangsung lama.

Menurutnya, warga di sepanjang sungai ini seringkali mengajukan protes, baik kepada pemerintah maupun pemilik pabrik, namun tidak ada perhatian serius dari pihak terkait.Tulus Widiatmoko, Kepala Bidang Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Banjarnegara membenarkan adanya protes warga.(J3-29)

Tewas Tercebur di Belik

BANYUMAS - Tarsiti (35) warga Desa Kedungwuluh Kidul, Kecamatan Patikraja, Minggu (26/8) siang, tewas tercebur di belik tak jauh dari rumahnya. Hari itu, korban bersama Laminah (40), tetangganya, pergi ke belik untuk mencuci pakaian dan mandi. Laminah selesai lebih dulu dan langsung pulang.

Sedangkan korban ditinggal sendiri di belik. Sudah hampir dua jam, korban tak kunjung kembali sehingga disusul oleh ibunya, Ruti (60). Sampai di belik, Ruti tak melihat korban. Yang ada hanya pakaian yang dicucinya.

Ibunya kemudian minta tolong tetangganya, Kusno (35) untuk mengecek ke dasar.Ternyata korban ditemukan sudah tak bernyawa. Kapolsek Patikraja AKP Suryo Harsono mengatakan hasil pemeriksaan dokter tak ada tanda penganiayaan. (G23-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA