logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Agustus 2007 SALA
Line

Osmaru di UNS, Perpeloncoan Dilarang

KENTINGAN- Kegiatan orientasi mahasiswa baru (osmaru) di UNS dilarang mengarah kepada perpeloncoan. Pembantu Rektor I Prof Dr Ravik Karsidi MS menjelaskan, osmaru harus menekankan nilai-nilai pendidikan tanpa disertai kekerasan fisik.

''Sesuai SK Rektor, osmaru merupakan kegiatan pengenalan kampus yang tidak mengarah pada perpeloncoan. Kalau ketentuan itu dilanggar, pelaku akan diberikan sanksi tegas,'' katanya, kemarin.

Osmaru diselenggarakan selama tiga hari mulai kemarin (24/8). Seluruh mahasiswa baru dari sembilan fakultas diwajibkan mengikuti kegiatan itu. Pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing dekanat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, waktu kegiatan dibatasi antara pukul 07.00 dan 17.00. ''Tidak boleh ada aktivitas yang dilakukan pada malam hari. Juga tidak boleh diadakan di luar kampus. Sebab, pengawasannya bisa tidak terkontrol.''

Bila ada pelanggaran yang dilakukan mahasiswa sekalipun, tidak dibenarkan memberikan hukuman fisik. ''Hukuman yang diberikan harus menggunakan pendekatan edukatif. Itu pun sebelumnya harus melalui penjelasan dan pemberitahuan terlebih dahulu, tidak langsung asal menghukum.''

Saat disinggung kemah keakraban yang digelar unit kegiatan mahasiswa (UKM), pihak universitas menganjurkan tidak menggunakan kekerasan fisik. ''Meskipun di luar kampus, tidak dibenarkan kalau menggunakan kekerasan fisik. Bagi UKM-UKM yang ingin mengenalkan keberadaannya, harus tetap mengedepankan nilai-nilai edukasi kepada mahasiswa baru.''

Makanan Pokok

Sementara itu, osmaru di FE dilakukan di aula fakultas setempat. Pada kegiatan itu, seluruh mahasiswa baru harus membawa sejumlah peralatan dan bahan-bahan makanan pokok yang telah ditentukan. Di antaranya beras, mi instan, gula pasir dan teh.

''Kalau misalnya ada yang tidak lengkap, tentu saja harus diberi hukuman. Namun bukan berupa push up atau kegiatan fisik sejenisnya. Melainkan menulis artikel sepanjang satu halaman dengan tema yang telah ditentukan,'' kata Finik Meutia Afriana, salah satu panitia osmaru.

Setelah osmaru, akan dilanjutkan dengan achievement motivation training (AMT) pada 27 - 29 Agustus di kampus. ''Kegiatan itu untuk menumbuhkan motivasi berprestasi bagi mahasiswa baru. Ini bersifat wajib, karena sertifikat AMT itu sebagai salah satu persyartan untuk mengikuti ujian pendadaran.''

Setelah itu, juga akan diselenggarakan bakti sosial di salah satu daerah binaan, yakni di Ngemplak Kelurahan Mojosongo. ''Bakti sosial akan kami gelar pada awal September nanti. Di antaranya membagikan bahan makanan pokok yang dibawa mahasiswa baru di sini.'' (G13-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA