| Sabtu, 25 Agustus 2007 | OLAHRAGA |
PSISDana Tambahan Bisa "Diselipkan''SEMARANG-Kalau dilihat dari sisi peraturan, tertutup kemungkinan permintaan tambahan dana untuk PSIS sebesar Rp 3,1 miliar pada APBD Perubahan 2007 akan terkabul. Sebab, Permendagri No 26 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan APBD, tak memberi peluang bagi usulan tersebut. Dalam Permendagri diatur, bantuan tidak boleh diberikan secara terus-menerus kepada organisasi yang sama. Anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Kota Semarang Ari Purbono mengatakan, penambahan dana untuk PSIS sama sekali tak bisa dibenarkan. Poin ke-14 dalam Permendagri tidak hanya mengatur kontinuitas bantuan pada organisasi dari tahun ke tahun, melainkan juga dari APBD murni ke APBD perubahan. ''Itu tidak ada hubungan dengan berprestasi tidaknya PSIS,'' kata sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) tersebut, kemarin. Karena itu, dia berpendapat ada kemungkinan tambahan dana ''diselipkan'' melalui bantuan untuk pemuda dan olahraga, supaya tidak berbenturan dengan ketentuan yang berlaku. ''Pada tahun-tahun anggaran sebelumnya, bantuan untuk PSIS selalu disebutkan secara eksplisit,'' imbuhnya. Kalau tambahan tetap dipaksakan, tutur Ari, akan ada implikasi hukum yang bisa diterima Pemkot. Secara khusus, pihaknya akan menyurati Departemen Dalam Negeri (Depdagri), jika Pemkot nekat memasukan tambahan dana untuk PSIS. Selain itu, laporan serupa juga disampaikan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Perbandingan Secara persis, ''nasib'' tambahan dana tersebut akan terlihat Senin lusa. Rencananya, pada hari itu, DPRD akan membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara APBD Perubahan, termasuk diajukan tidaknya dana tambahan untuk pasukan ''Mahesa Jenar''. Dalam Kompetisi Liga Indonesia 2007, PSIS mendapat dana dari APBD Murni sebesar Rp 14,4 miliar. Jika dibandingkan dengan tim-tim dari Jateng lainnya seperti Persijap Jepara dan Persis Solo, anggaran PSIS tergolong besar. Persis hanya mendapat Rp 8,6 miliar dan Persijap Rp 10 miliar. Dengan biaya yang lebih kecil, prestasi yang diraih ''Laskar Kalinyamat'' jauh lebih baik. Anak-anak asuhan Yudi Suryata duduk di peringkat pertama Klasemen Sementara Wilayah II. Sedangkan Persis menempati posisi ke-11. Bagaimana dengan tim Kota Lumpia? Pasukan Bonggo Pribadi sementara berada di urutan ke-13. Itu berarti posisi Julio Lopez cs mendekati zona degradasi. Tim-tim lain yang mendapat dana dari APBD hampir sama besarnya, banyak yang prestasinya lebih baik. Persib Bandung yang mendapat Rp 15 miliar saat ini duduk di peringkat empat Wilayah I. Sriwijaya FC yang menerima Rp 15 miliar, berada di urutan pertama, sedangkan PSMS urutan dua (Rp 20 miliar), Persija posisi ketiga (Rp 25 miliar), dan Persela urutan kesepuluh (Rp 13,5 miliar). Manajer Tim Yoyok Sukawi berharap anggota dewan bisa mengerti dengan kondisi PSIS musim ini. Kompetisi yang dilakoni Julio Lopez cs sangat panjang, yaitu 16 bulan. Padahal, musim lalu hanya 8 bulan. Tentu saja, biayanya akan lebih besar. (H9, H13-22) |