| Sabtu, 25 Agustus 2007 | OLAHRAGA |
Persijap Bentuk Tim Advokasi Khusus
JEPARA- Persijap resmi membentuk tim advokasi khusus. Langkah itu ditempuh karena mereka dikabarkan terkena sanksi dari Komisi Disiplin untuk menggelar partai usiran, saat menjamu Arema 18 Oktober mendatang. Hukuman tersebut dinilai terlalu berat dibanding kesalahan yang terjadi di Stadion Kamal Djunaidi, Jepara, saat menjamu PSIM Yogyakarta, 7 Agustus. ''Jika benar ada sanksi itu, kami menyatakan keberatan,'' kata Edy dalam jumpa pers bertema ''Persijap Menggugat'' yang berlangsung di Stadion Kamal Djunaidi, kemarin. Acara itu juga dihadiri Ketua Panpel Sutedjo, Pelatih Yudi Suryata, dan perwakilan dari dua kelompok suporter, Jetman dan Banaspati. Edy menjelaskan, tim advokasi diketuai Widodo Sugiri SH dengan Wakil Ketua Sukamto SH dan Sekretaris Edy Basuki Wihandono. ''Kami telah memenuhi panggilan dalam sidang komdis 14 Agustus. Namun, sampai sekarang secara resmi kami belum menerima putusan. Kami hanya mendengar informasi melalui media,'' lanjutnya. Dia berharap PSSI memberikan kepastian secara resmi. ''Jika sudah didapatkan dan memang seperti itu sanksinya, maka kami akan mengajukan banding,'' ujarnya. Suporter Pihaknya mempertanyakan mengapa hukuman harus diterima saat menghadapi Arema. Padahal, pertandingan tersebut sangat penting karena berpotensi besar memberi pemasukan dana dari penjualan tiket dalam jumlah berarti. ''Sumber pendaaan kami selain APBD hanya penjualan tiket. Jika sanksinya harus partai usiran kami jelas keberatan,'' lanjutnya. Pihak suporter menegaskan pelemparan botol dari tribun tertutup ke arah bench pemain bukan dari kelompok suporter. ''Pelaku bukan dari kelompok Banaspati maupun Jetman,'' kata Zaenur Rohman dari Banaspati. Jetman melalui Utomo, menyatakan belum tentu pelaku pelemparan itu penonton dari Jepara. Sebab di tribune tertutu, selain penonton dari Jepara, juga dari daerah lain. ''Termasuk suporter tim lawan yang tak beratribut,'' kata Utomo. Ketua Panpel Sutedjo mengatakan, pelemparan terjadi saat para pemain PSIM hendak mogok bermain ketika tuan rumah mendapatkan hadiah penalti menit 74. Ketika itu sebagian besar ofisial PSIM keluar dari bangku cadangan, termasuk General Manager Ahmad Syauqi yang akhirnya terkena lemparan botol. (H15, J4-22) |