logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Anggota Srimulat Dekat Narkoba?


SM/detik KE POLRESTO TANGERANG: Usai dijenguk rekan-rekan pelawak Gogon dibawa lagi ke Polresto Tangerang. (57)

TIGA hari lalu, masyarakat disuguhi berita tertangkapnya Gogon, panggilan tenar Margono, karena memiliki dan mengonsumsi sabu-sabu dan ekstasi. Hingga kini, kasus tersebut terus bergulir dan diikuti masyarakat melalui media cetak dan elektronik. Meski mungkin menjadi kejutan bagi masyarakat, berita tersebut mau tidak mau semakin menebalkan anggapan bahwa banyak anggota grup lawak Srimulat dekat dengan narkoba.

Gogon merupakan anggota Srimulat kesekian yang tersandung kasus narkoba. Sebelumnya, pada pertengahan tahun 2000, Sudarmaji atau Doyok, ditangkap polisi dengan kasus yang sama. Di dalam rumahnya, Jl Gunung Sutera, Lippo Karawaci, Tangerang, aparat dari Polda Metro Jaya menemukan 0,5 gram sabu dan bong (alat pengisap sabu) di atas meja kecil kamarnya.

Akibat perbuatannya itu, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menjatuhkan vonis satu tahun penjara. Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan daripada tuntutan jaksa, yaitu hukuman 15 bulan penjara. Saat itu, Doyok tidak puas dengan vonis hakim.

Dia merasa tidak bersalah. ''Biar saja aparat dan pengadilan menyatakan saya bersalah. Hanya Tuhan yang tahu sebenarnya,'' kata Doyok saat itu, usai mendengarkan vonis terhadap dirinya.

Tidak lama berselang setelah penangkapan Doyok, rekan sejawatnya di Srimulat, Barata Nugraha atau Polo, ikut ditangkap karena lagi-lagi karena kasus narkoba. Dia terbukti bersalah karena menyimpan sabu-sabu seberat 0,5 garam.

Majelis hakim PN Jakarta Timur menjatuhkan hukuman tujuh bulan penjara dan membayar denda Rp 1 juta. Tidak seperti Doyok, Polo menerima hukuman tersebut dengan ikhlas. ''Bagi saya ini adalah cobaan, semoga musibah seperti ini tidak menimpa saya lagi,'' katanya saat itu.

Namun, harapan yang sempat dia utarakan tersebut tidak dapat terpenuhi. Tahun 2004, Polo masuk ke dalam lubang yang sama. Dia kembali ditangkap Tim Narkoba Polsek Metro Kramat Jati Jakarta Timur, saat mengonsumsi sabu-sabu di sebuah hotel.

Saat digerebek, polisi menemukan satu set bong, 0,6 gram sabu-sabu yang diselipkan di balik lukisan dinding kamar, serta satu set kantong plastik kosong, yang isinya telah dikonsumsi. Alasan Polo kembali memakai narkoba, untuk menyegarkan badan setelah lelah bekerja. Polo akhirnya dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan membayar denda Rp 2 juta.

Terlepas dari semua itu, munculnya anggapan masyarakat bahwa anggota Srimulat dekat narkoba, langsung ditepis oleh Tarsan. Dia tak ingin masyarakat menggeneralisasi semua anggota Srimulat mengonsumsi barang haram tersebut. Justru dengan adanya berbagai kasus tersebut, semua anggota Srimulat bisa menjadikannya sebagai pembelajaran.

"Saya kira tidak bisa dikatakan semua anggota Srimulat seperti itu. Pelaku adalah oknumnya. Sebagai bukti, kini saya menjadi anggota Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat). Langkah itu bertujuan agar saya, dapat mengontrol para anggota Srimulat untuk menjauhi narkoba. Mudah-mudahan kasus Gogon ini menjadi yang terakhir bagi anggota Srimulat," ujarnya . (Wahyu Wijayanto-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA