logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Agustus 2007 MURIA
Line

Pertanian Organik Akan Diperluas

  • Untuk Variasi Produk

TENGGELES - Perluasan kawasan pertanian untuk tanaman organik di Kudus akan ditingkatkan. Langkah itu untuk memberi variasi produk yang dihasilkan petani. "Bila ditekuni, pertanian organik cukup menguntungkan," kata Ketua Kelompok Tani Nusa Indah, Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Budiono, Jumat (24/8). Sejak mengawali usaha tersebut pada 2004, hingga kini memiliki lahan pertanian organik seluas lima hektare. Hasil per hektare mencapai 4 ton hingga 4,5 ton. "Harga satu kilogram beras organik saat ini Rp 7.000, sedangkan harga beras biasa Rp 4.000 per kilogram," ujarnya.

Ongkos produksinya relatif lebih rendah. Satu hektare lahan organik hanya butuh biaya pengolahan Rp 500 ribu, sedang pertanian nonorganik Rp 1 juta. "Sistem organik yang kami lakukan baru 75 persen," ungkapnya.

Pasalnya, saluran irigasi masih menyatu dengan sawah konvensional. Karena itu, masih ada unsur pestisida yang masuk ke dalamnya. Namun, untuk mengatasi hama tanamannya, tetap menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan.

110 Hari

Soal umur tanaman padi juga relatif sama dengan pertanian nonorganik, yakni 110 hari. Sedangkan jenis padi yang ditanam saat ini merupakan varietas Ciherang. "Nanti kami akan mencoba varietas Umbu," ungkapnya.

Kendala yang dihadapi dari pertanian organik soal penyediaan kompos. Untuk satu musim, setidaknya dibutuhkan 6-7 ton. "Namun, kami kesulitan untuk menyediakannya. Mungkin, kami akan menambah pasokan dari sejumlah peternakan," ungkapnya.

Pemasarannya, sebagian besar sudah dipesan oleh sejumlah koperasi karyawan. Sebagian lagi, dibeli individu yang mengkonsumsi beras organik.

"Kami juga memberikan pelatihan kepada petani di sejumlah kecamatan," ungkapnya.(H8-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA