logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Agustus 2007 KEDU & DIY
Line

Pertanian Modern Abaikan Sumber Daya Lokal

YOGYAKARTA - Praktik pertanian modern selama ini kurang tepat dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal. Bahkan kadang penggunaan sumber daya alam (SDA) terjadi secara berlebihan, tidak efektif dan efisien yang mengakibatkan peningkatan biaya usaha tani.

''Misalnya, petani menggunakan air secara berlebihan sejak masa mengolah tanah sampai pada penanaman sehingga yang terjadi malah penurunan pertumbuhan,'' tandas Ir Agus Nugroho Setiawan MP, dosen Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FP UMY) pada acara diskusi panel dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-12 Tahun 2007 yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Daerah DIY, di Aula Badan Informasi Daerah DIY, baru-baru ini.

Dalam diskusi bertema ''Teknologi Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat'' tersebut, dia menjelaskan, pemanfaatan air berlebihan berakibat pada konsumsi sumber daya air menjadi sangat tinggi. Padahal air tidak hanya digunakan untuk bidang pertanian.

Penggunaan benih bersertifikat yang harus dibeli, menurutnya, juga tidak selalu menguntungkan petani karena seringkali kualitasnya tidak lebih baik dibanding gabah hasil panen petani. Selain itu peningkatan penggunaan pupuk buatan dengan harga yang terus naik juga tidak sebanding dengan peningkatan hasil dan pendapatan petani.

''Karena itu lebih baik menggunakan SDA secara bijaksana. Petani sering kali tidak menyadari jika di lingkungannya banyak terdapat SDA potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi,'' jelas dia.

Padi varietas lokal, jerami padi, pupuk organik, dan mikroorganisme tanah, imbuh Agus, merupakan sebagian sumber daya lokal potensial yang sering dilupakan. Kalau saja semua potensi tersebut dimanfaatkan secara maksimal, tak perlu mendatangkan sumber daya dari luar. (D19-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA