logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Agustus 2007 INTERNASIONAL
Line

Militer Bangladesh Tangkapi Dosen

DHAKA -Pasukan Keamanan Bangladesh Jumat kemarin menangkap empat dosen yang diduga terlibat dalam aksi protes mahasiswa beberapa hari ini. Demonstrasi mahasiswa itu memuncak dengan bentrokan dan pemberlakuan jam malam di enam kota.

Polisi menangkap para dosen itu dalam operasi subuh kemarin. Beberapa jam kemudian, pemerintah mencabut pemberlakuan jam malam yang sudah berlangsung tiga hari. Namun, jam malam diberlakukan lagi petang harinya.

Harun ur Rashid, dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Dhaka, dan Anwar Hossain, dekan Fakultas Biologi yang juga sekjen Asosiasi Dosen, ditangkap di rumah mereka.

''Sedikitnya 10 tentara datang ke rumah pada malam hari dan mengatakan ayah harus ikut bersama mereka ke kantor polisi,'' kata putri Hossain, Dipannita.

Kedua dosen itu terlibat aktif dalam aksi protes mahasiswa. Demonstrasi itu dipicu tindakan keras militer terhadap para mahasiswa saat pertandingan sepak bola di kampus Senin lalu.

Pemukulan Brutal

Dua dosen lagi ditangkap di Kota Rajshahi. Rektor Universitas Rajshahi Altaf Hossain mengatakan, para dosen itu diduga ikut mengobarkan aksi kekerasan dalam demo mahasiswa di kota itu. Kedua dosen itu adalah Profesor Fisika Saidur Rahman Khan yang juga mantan rektor, dan Abdus Sobhan, pemimpin kelompok dosen berhaluan kiri.

Sebanyak enam tokoh politik dari Partai Nasionalis Bangladesh dan Liga Awami juga ditangkap dengan tuduhan mengobarkan kerusuhan mahasiswa. Presiden sayap mahasiswa Partai Nasional Bangladesh Azizul Bari Helal juga ditangkap.

Sementara itu, sedikitnya 30 wartawan menjadi korban pemukulan brutal oleh pasukan keamanan. Padahal, pemerintah sebelumnya menjamin bahwa pers tidak akan dibatasi aktivitasnya.

Di ibu kota Dhaka, situasi mulai berangsur normal. Warga berbondong-bondong ke pasar dan memborong bahan pangan untuk cadangan sebelum jam malam diberlakukan lagi Jumat petang kemarin.

Demonstrasi yang berlangsung rusuh itu sebetulnya merupakan puncak dari penolakan mahasiswa atas pelarangan demonstrasi selama status darurat. Mahasiswa menuntut militer ditarik dari kampus Dhaka.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA