| Sabtu, 25 Agustus 2007 | BANYUMAS |
Antibiotik Habis karena Dinkes Berhati-hatiPURWOKERTO-Keterlambatan pengadaan pelayanan kesehatan dasar sehingga stok antibiotik di gudang farmasi Sokaraja habis terjadi karena Dinas Kesehatan bersikap terlalu hati-hati. Pelelangan serta hasil pengadaan yang menimbulkan masalah hukum dijadikan pelajaran agar kasus serupa tak lagi terulang. ''Kami memilih hati-hati meski berisiko pengadaan terlambat. Hal-hal yang sudah terjadi kami jadikan pelajaran,'' kata YMT Kepala Dinas, Gempol Suwandono, kemarin. Sebagaimana diberitakan stok tiga antibiotik di gudang farmasi Sokaraja habis sejak awal Agustus lalu. Tiga antibiotik tersebut adalah kontrimoksazol, tetrasiklin, dan amoksilin. Saat ini, lanjut Gempol, panitia lelang sudah terbentuk dan proses pelelangannya juga sudah berjalan. Dijadwalkan akhir November pelelangan selesai. Setelah itu, menurut dia, langsung dilakukan pengedropan ke pukesmas-pukesmas serta ke gudang farmasi. ''Untuk sementara puskesmas bisa mengupayakan sendiri. Banyak cara untuk mengatasi, yang penting pelayanan tetap jalan,'' tandasnya. (G22-27) |