| Sabtu, 25 Agustus 2007 | BANYUMAS |
Pedagang Pilih Simpan GabahPURWOKERTO-Pedagang beras Banyumas memilih menyimpan gabah yang dibeli dari petani karena beras partai besar tak beranjak pada harga Rp 4.100-Rp 4.200/kg. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani saat ini Rp 2.000-Rp 2.100/kg, sedangkan gabah kering giling (GKG) jenis IR 64 mencapai Rp 2.600/kg. Tidak sepadan menggiling gabah yang dibeli Rp 2.600/kg kalau harga beras di pasar lokal dan Jakarta hanya Rp 4.100/kg, ungkap Faturohman, manajer KUD Patikraja, kemarin. KUD dan pedagang beras, lanjut dia, saat ini tetap membeli gabah tetapi tidak digling. Gabah disimpan dengan harapan menjelang Lebaran harga beras naik. Kalau harga beras di pasaran naik, gabah yang dibeli baru digiling. Pedagang memang berspekulasi, tuturnya. Harapan menyetor beras ke Bulog, menurut dua, sudah tidak ada karena pengadaan sudah terlampaui, yakni di atas 67.000 ton. Bulog juga lebih mengutamakan membeli gabah karena kalau disimpan dalam jangka waktu lama tidak rusak. Pasar yang memungkinkan tinggal pasar lokal, Jakarta, dan antarpulau. Namun Jakarta dan antarpulau yang biasa menyerap banyak saat ini sepi. Panen Berkurang Permintaan tidak terlalu banyak. Lagi pula harganya belum menguntungkan dibandingkan dengan harga gabah pada saat sekarang. Salah satu faktor yang menyebabkan harga gabah di tingkat petani naik adalah panen sudah banyak berkurang. Di sisi lain, petani tak menjual semua hasil panennya. Mereka menyimpan sebagian gabahnya untuk persiapan menghadapi paceklik. Humas Bulog Subdivre IV Banyumas Sugiyono mengakui pasokan beras dari mitra kerja sejak sebulan lalu menurun drastis. Pihaknya tak menerima banyak setoran beras karena pengadaan di Bulog Banyumas untuk tahun ini sudah melampaui target 60.000 ton, yaitu 67.000 ton. Bulog lebih mengutamakan membeli gabah untuk disimpan. Setelah stok beras dikeluarkan untuk raskin, gabah yang tersimpan akan digiling. Dengan pola seperti itu stok beras di Bulog Banyumas terjaga, katanya. (G23-27) |