| Sabtu, 25 Agustus 2007 | BANYUMAS |
Kalangan Berduit Masih Boros ListrikPURWOKERTO- Instruksi Presiden Tahun 2005 tentang Berhemat Listrik, hingga kini belum dilaksanakan oleh sebagian masyarakat di Jateng/DIY. Masyarakat dari kalangan menengah ke atas, sampai saat ini pemakaian listriknya masih boros. ''Kalangan berduit tetap saja boros penggunaan listriknya, karena tarif listrik rumah tangga yang rata-rata Rp 400/Kwh dinilai masih murah. Berhemat listrik baru dilakukan masyarakat menengah ke bawah,'' jelas General Manajer PT PLN Distribusi Jateng/DIY Purnomo Willy BS, usai penyerahan ISO 9001:2000 yang diterima PT PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Purwokerto, kemarin di gedung Bank Jateng Purwokerto. Ia mengatakan, pemborosan tersebut mengakibatkan beban puncak pemakaian listrik makin bertambah. Beban puncak tertinggi pada sistem interkoneksi Jawa-Bali pada beberapa hari lalu, sudah mencapai 15.600 MW. Sedangkan untuk Jateng/DIY sudah mencapai 2.500 MW. ''Dengan beban puncak tertinggi yang pernah terjadi itu, PLN memang belum sampai melakukan pemadaman. Namun jika beban puncak terus bertambah, pemadaman listrik mungkin dilakukan,'' jelasnya. Menurut Willy, pasokan listrik pada interkoneksi Jawa-Madura-Bali dari sejumlah pembangkit masih bisa mencukupi. Jumlah pelanggan dan penggunaan rata-rata bertambah 5-6 %. Sementara pasokan dari pembangkit bisa tabah 8 %. Namun yang jadi masalah, jumlah gardu penurun tegangan dari pembangkit belum mencukupi. Gardu yang sekarang ada, bila terus menerus menanggung beban yang melebihi kapsitas, bisa rusak. ''Bila gardu sampai tak kuat lagi menampung beban yang terlalu berat hingga rusak, maka mau tidak mau akan dilakukan pemadaman. Pembangunan gardu tambahan itu rencananya baru akan dilakukan pada tahun 2008-2009,'' jelasnya. Satu-satunya upaya agar pada tahun 2008 tak terjadi pemadaman listrik akibat gardu yang ada tak mampu menanggung beban puncak, adalah berhemat listrik. ''Kalau tak ingin terjadi pemadaman listrik, mulai sekarang masyarakat harus mau berhemat,'' katanya. (G23-74) |