logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 22 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Kasus Goro-Bulog, Digugat Kejagung Rp 400 Miliar


SM/dok Tommy Soeharto

JAKARTA- Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto lagi-lagi harus berhadapan dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Beberapa waktu lalu, Tommy diperiksa tim penyidik Kejagung sebagai tersangka dalam dugaan korupsi Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkih (BPPC).

Kali ini, pria yang sering disebut sebagai pangeran Cendana itu harus bersiap menghadapi gugatan perdata Kejagung dalam kasus tukar guling PT Goro Batara Sakti dengan Bulog.

Menurut Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Alex Sato Bya, Rabu (22/8) ini pihaknya akan mendaftarkan gugatan tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

''Insya Allah besok (hari ini) kami daftarkan ke PN Jakpus. Nilai gugatan sekitar 400 miliar,'' ujarnya usai gelar perkara dengan Jaksa Agung Hendarman Supandji mengenai kasus tersebut, di Sasana Baharuddin Lopa Kejagung, Selasa (21/8).

Alex menambahkan, Kejagung telah merevisi beberapa poin dalam gugatan yang dianggap sebagai perbuatan melanggar hukum. Hal tersebut dilakukan setelah Hendarman menganggap kalimat dalam gugatan tersebut kurang baik. ''Kami fiks-kan dulu beberapa hal sudah dibicarakan termasuk materi perkara.''

Gugatan perdata tersebut diajukan sebagai syarat perpanjangan pembekuan uang sebesar 36 juta Euro (sekitar Rp 421,2 miliar) milik Tommy di Banque Nationale de Paris and Paribas (BNP Paribas) cabang Guernsey.

Kasus ini bermula ketika Pemerintah Indonesia mengajukan gugatan intervensi dalam perseteruan Tommy dengan BNP Paribas, karena diduga uang mantan pembalap nasional yang disimpan di bank tersebut merupakan hasil korupsi di Indonesia.

Pengadilan Guernsey memberikan batas waktu enam bulan, yang berakhir hari ini (22/8), kepada Pemerintah Indonesia untuk mendaftarkan gugatan perdata terhadap perkara tersebut.

Menurut Alex, dari sekian kasus yang dihadapi Tommy seperti kasus dugaan korupsi di PT Timor Putra Nusantara, Sempati Air, dan BPPC, Kejagung memilih kasus tukar guling Goro dengan Bulog dengan alasan berkasnya lebih lengkap.

Sementara itu, Direktur Perdata Kejagung sekaligus Jaksa Pengacara Negara dalam kasus gugatan intervensi tersebut, Yoseph Suardi Sabda mangatakan, setelah didaftarkan di PN Jakpus, gugatan serupa akan didaftarkan di pengadilan Guernsey.

Ia membenarkan batas waktu pengajuan gugatan adalah hari ini, namun untuk kelengkapan berkas paling lambat 22 Oktober.

''Besok (hari ini) ke Guernsey, tapi harus didaftarkan ke PN Jakpus dulu. Untuk berkas-berkas gugatan, paling lambat tanggal 22 Oktober,'' tandasnya.

Untuk memperkuat gugatan, tambahnya, Jaksa Agung telah memberikan beberapa saran. Antara lain, Kejagung memantapkan dasar hukum gugatan tersebut. Lalu, menghitung kembali kerugian negara, karena kerugian tersebut disinyalir bertambah, sehingga harus dipastikan. (J21-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA