logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 18 Agustus 2007 SEMARANG
Line

Dirikan Sanggar Batik untuk Kembangkan Usaha Kecil

  • Warga Korea Beri Dukungan

SIDOMUKTI- Beberapa pengusaha batik dan kerajinan tangan dari Indonesia dipelopori warga Korea, Yunus Rahmadi, membuka sanggar batik Panca Collection untuk membantu meningkatkan usaha kecil menengah warga pribumi, Rabu (15/8).

Sanggar yang berlokasi di Jalan Purbaya 1/8B Perumahan Karangalit, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti tersebut dibuka dengan peragaan fashion show pakaian batik oleh 20 model dari Indonesia, Korea, dan Amerika Serikat, serta demo membatik dengan canting.

''Tujuan sanggar ini adalah untuk mengembangkan usaha kecil menengah warga yang menggeluti usaha batik dan bukan mengejar untung. Melainkan, kami ingin menghidupkan tenaga kerja batik dan memasarkan produksi mereka ke tingkat global dengan sasaran masyarakat menengah atas dan orang asing,'' kata Yunus, yang mempunyai nama asli Yun Ho Jin.

Dijelaskannya, sanggar tersebut berfungsi sebagai agen yang menampung produksi dari para pengusaha dari Bandung, Aceh, Malaysia, Salatiga, Solo dan Pekalongan.

Salatiga dipilih sebagai lokasi yang strategis dengan alasan, kota tersebut merupakan Indonesia Mini yang terdiri dari suku-suku bangsa bahkan ada juga warga negara asing.

''Untuk mengangkat nama pengusaha, nama batik asal daerah mereka tidak diubah supaya bisa dikenal. Rencananya kami juga akan mengadakan sekolah batik untuk meningkatkan SDM dan produk yang berkualitas,'' jelasnya. (J12-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA