logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 18 Agustus 2007 KEDU & DIY
Line

Dari Pawai Pemadam hingga Perang-perangan

  • Oleh Sugiarto

PAWAI mobil pemadam kebakaran kantor Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Kebakaran (Linmas dan PK) Yogyakarta, Jumat (17/8), memeriahkan dan merayakan peringatan HUT Ke-62 RI.

Para petugas Pemadam Kebakaran (PMK) berpawai dengan menggunakan 10 mobil yang dihiasi aneka bendera merah putih dan berkeliling di kota ini. Pawai dimaksudkan untuk sosialisasi dan menunjukkan fasilitas ataupun SDM pemadam kebakaran yang dimiliki dengan rute melintasi jalan-jalan protokol.

Kegiatan yang berlangsung pertama kali itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejumlah warga menyatakan kaget karena mengira terjadi kebakaran besar saat iringan mobil itu dengan sirene meraung-raung melintas di tempat mereka.

Namun setelah mereka melihat mobil berwarna merah tersebut ternyata berhias dengan aneka bentuk bendera merah putih, akhirnya mereka menyadari jika iringan mobil tersebut sengaja berpawai untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI. Sementara itu, lomba perang-perangan dan menangkap bebek yang dilepas di Sungai Code dengan peserta ibu-ibu warga kampung Blunyahgede, Mlati, Sleman menampilkan kesan unik dan menarik.

Lomba "perang-perangan" yang diikuti lima kelompok ibu-ibu yang mengenakan pakaian ala pejuang kemerdekaan zaman dahulu itu berlangsung meriah di sekitar Sungai Code yang mengalir di kawasan tersebut.

Dalam adegan tersebut ibu-ibu saling melempar "bom" yang terbuat dari lumpur sungai. Hampir semua ibu-ibu belepotan dengan lumpur sehingga membuat wajah mereka seperti mengenakan topeng. Tak ketinggalan dalam lomba menangkap bebek di tempat yang sama juga tidak kalah meriahnya. Begitu aba-aba dimulai puluhan ibu-ibu dengan berpakaian daster langsung terjun ke air dan berebut menangkap unggas yang dilepas di sungai yang di arah hilir dan hulu dibendung agar airnya tinggi itu.

Mereka tampak bersemangat untuk menangkap hewan itu, apalagi di tepi sungai para suami dan anak-anak mereka bersorak memberikan semangat, sehingga tidak jarang mereka saling bertabrakan.

Tumbuhkan Kepercayaan

Anak-anak Bantul sudah melupakan derita panjang akibat bencana gempa bumi 27 Mei tahun lalu. Buktinya, diperingatan HUT Ke-62 RI mereka tampak ceria mengikuti berbagai lomba yang digelar ANTV Peduli di SD Grojokan, Kabupaten Bantul. Sebelum lomba dimulai siswa-siswi pelajar dari empat sekolah dasar tersebut, masing-masing dua SDN Grojokan, SDN Kembangsari, Piyungan dan SDN Kebondalem 1 Kidul 2 Prambanan, Klaten serta SDN Kebondalem 2 Kidul, Prambanan, Klaten, lebih dulu mengikuti upacara bendera.

Berbagai macam lomba yang diikuti sedikitnya 500 anak dan guru ini berlangsung meriah. Sedikitnya ada 11 lomba yang dipertandingkan, antara lain lomba menulis karangan dengan menggunakan komputer sumbangan dari ANTV Peduli.

Selain itu, juga digelar lomba khas 17-an mulai dari sepak bola daster untuk para pamong, memasukkan bolpoin ke lubang botol, memukul balon dengan mata tertutup, tarik tambang, dan lainnya.

Lomba ini digelar, kata Zoraya Perucha, Head of Corporate Communication ANTV, selain untuk memperingati HUT Ke-62 RI juga untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak pascagempa bumi. Dalam lomba yang digelar khusus untuk anak-anak korban gempa ini ternyata cukup membantu pulihnya mental mereka setelah setahun lalu desanya runtuh akibat gempa. (70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA