logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 18 Agustus 2007 BANYUMAS
Line

Rencana Tunangan Batal

MERIAHNYA perayaan HUT Ke-62 RI, Kamis (16/7) malam di Jl Sitapen RT 4/RW 5, Kelurahan Kranji, Purwokerto Timur tiba-tiba terusik dengan datangnya kabar kematian salah seorang warganya, bunuh diri dalam sel tahanan polisi. Kabar itu datang dari polisi di saat warga sedang berpesta dan mensyukuri rahmat kemerdekaan.

Sekitar pukul 21.00, Polsek Purwokerto Utara datang mengabarkan Eko Purnomo (26) telah tewas gantung diri. Kontan keluarga almarhum tercengang. Mereka langsung shock dan sebagian ada yang menangis. Padahal beberapa menit sebelumnya, di antara mereka ada yang masih bergembira di tengah riuhnya peringatan kemerdekaan di lingkungannya.

Sebagian langsung berangkat ke Polsek. Di sana mereka melihat Eko telah terbujur di sel hanya mengenakan celana dalam. Mayatnya hanya diterangi lampu temaram.

''Kami tidak melihat sendiri ia tergantung meski memang ada bekas di lehernya. Saat kami ke sana korban sudah diturunkan," kata Dwi Utomo (25), adik Eko.

Sampai sekarang keluarga almarhum masih menyangsikan kematiannya. Hal ini dikarenakan hingga Jumat siang (17/8) kemarin, mereka belum melihat sendiri surat visum dari dokter. Keinginan untuk memvisum ulang jenazah almarhum dengan dokter lain terpaksa mereka batalkan karena tidak mendapat surat izin dari kepolisian untuk melakukannya.

Selain itu, mereka tidak percaya kalau Eko yang menderita rabun ayam tersebut melakukan pencurian. Tetangga korban juga mengatakan, pria berkacamata itu sangat terbatas penglihatannya pada malam hari.

Oleh karena itu, ia selalu berjalan kaki atau naik becak jika menjemput Retno, tunangannya saat pulang bekerja pada malam hari. "Ia tidak berani naik motor atau sepeda pada malam hari," kata tetangga yang tidak mau disebut namanya.

Sebelum meninggalnya, office boy di Unsoed ini sempat mengatakan pada keluarganya, bahwa dia tidak akan mengakui kejahatan yang tidak dilakukannya.

''Apapun alasannya dia akan berusaha mempertanakan kenyakinannya kalau dia tidak terlibat mencuri,'' kata anggota keluarganya saat bertemu selepas pulang kali pertama dia ditahan (Senin-Red).

Apa daya, di rumah kecil tersebut, Retno dan keluarga hanya bisa pasrah. Rencana tunangan pun sirna pula. Padahal gadis itu sudah mantap dan akan memasrahkan seluruh hidupnya bersama lelaki pendiam itu.

Pihak keluarga korban maupun calon besan juga belum begitu percaya, kalau Eko dinyatakan sebagai salah satu tersangka pencurian di ayam bakar ABG 2 Purwokerto. Karena itu mereka berharap pihak kepolsian bisa membuka tabir yang sebenarnya, agar arwah putra sulung itu tenang di alam baka.

''Kalau dia terlibat langsung mencuri, kenapa dia belakangan dimintai keteranganya. Tiga orang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saya tidak melihat tanda-tanda keanehan itu. Dia orangnya pendiam,'' tutur bapak korban, Siswo Nuryanto. (Agus Wahyudi, Aniek Hadi Purpitosari-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA