| Sabtu, 18 Agustus 2007 | BANYUMAS |
Keluarga Tak Boleh BertemuPURWOKERTO- Keluarga Eko Purnomo (26) hingga kemarin masih menyangsikan pemuda yang tewas gantung diri di sel tahanan Polsek Purwokerto terlibat pencurian di Ayam Bakar ABG 2. Kematiaannya dengan cara tragis itu masih menyimpan pertayaan. Kemungkinan korban mengakhiri hidupnya karena merasa tertekan. ''Saya masih menyangsikan dia (Eko-Red) terlibat pencurian itu. Dia kalau jalan saja tidak lihat (rabun ayam) dan sering menabrak orang apa mungkin terlibat mencuri,'' kata Siswo Nuryanto, orang tua korban, ditemui kemarin di rumahnya. Dia bersama anggota keluarganya masih shock atas peristiwa yang menimpa anak sulungnya dari istri pertama (almarhum). ''Kalau kematiannya kami sudah bisa terima, namun kami masih belum percaya dia dianggap terlibat mencuri,'' kata lelaki wiraswasta ini. Dia menyatakan, sebelum Eko meninggal, pihak keluarga tidak diberi surat penangkapan, penahanan maupun status sebagai tersangka. ''Ini yang membuat keluarga masih bertanya-tanya,'' lanjutnya. Didampingi pengacara LBH Perisai Kebenaran Purwokerto dan pegiat LSM, dia bersama anggota keluarga lain, siang harinya mendatangi Polsek Purwokerto. Kedatanganya ingin mendapatkan kejelasan dari polisi maupun tiga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka terdahulu. ''Kami hanya ingin mengecek kebenarannya saja,'' tandasnya. Diceritakan, anaknya kali pertama dipanggil polisi, Senin lalu dan Selasa bisa pulang. Namun tetap harus apel. Kamis kemarin diminta datang lagi sampai akhirnya meninggal di ruang sel tahanan. Sampai anaknya ditahan lagi (Kamis) dia belum sempat ketemu. Dia menerima kabar terakhir anak sudah meninggal saat masih di Pekalongan menjalankan bisnisnya. (G22,G23, J2-55) |