logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Agustus 2007 SALA
Line

Mahal, Investasi Pengelolaan Air Waduk Mulur

SUKOHARJO- Pemanfaatan Waduk Mulur untuk pemenuhan kebutuhan air minum bagi pelanggan PDAM di Sukoharjo masih sulit direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, investasi untuk pengolahan air waduk yang terletak di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari itu terlalu besar.

Direktur PDAM, Martono menjelaskan, sebetulnya ada alokasi air 100 liter per detik dari Waduk Mulur untuk diolah dan dimanfaatkan sebagai air minum. "Tapi investasinya dari mana, itu yang jadi masalah," katanya.

Dari hasil survei yang pernah dilakukan PDAM, 1 liter per detik hasil pengolahan air dari Waduk Mulur bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum 60 pelanggan. Namun masalah biaya produksi menjadi kendala, karena nilai investasi untuk produksi air 1 liter per detik mencapai Rp 100 juta.

"Nah, kalau produksinya sampai 100 liter per detik, berarti kan tinggal mengalikan. Nilai investasinya mencapai Rp 10 miliar. Itu pun baru gambaran kasar," tuturnya.

Disubsidi

Kendala lain terjadi dalam hal pemasaran. Pasalnya, air yang dijual PDAM sebagian disubsidi pemerintah. Ini disebabkan status perusahaan air minum itu yang BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), yang tidak sepenuhnya mencari keuntungan.

Martono mengaku, untuk pemanfaatan air Waduk Mulur, pihaknya masih menunggu penandatanganan kesepakatan antara Pemkab Sukoharjo dan Provinsi Jateng terkait pengelolaannya. Saat ini kewenangan pengelolaan waduk itu berada di tangan provinsi.

"Kalau kewenangan di provinsi, pemkab sulit untuk mengatur pemanfaatan aset itu. Mungkin kalau nanti pengelolaannya diserahkan ke pemkab, baru bisa dikelola maksimal," imbuhnya.

Ketua Komisi III DPRD, Jaka Wuryanta mengatakan, air dari Waduk Mulur akan efektif penggunaannya, jika kapasitas air di waduk itu terisi maksimal.

Saat ini, kapasitas waduk tersebut baru terisi setengah. "Air di Waduk Mulur itu sekarang hanya sekitar 2,7 juta meter kubik. Itu baru separo dari kapasitas sebenarnya, yang mencapai 5,2 juta meter kubik," tuturnya. (H44-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA