logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Agustus 2007 PANTURA
Line

KELILING pantura

Petani Datangi DPRD

BREBES - Akibat kesulitan air dan lahan tanaman kering, puluhan petani mendatangi gedung DPRD, Rabu (15/8) pukul 10.00. Mereka yang berasal dari Kelurahan Pasarbatang, Limbangan Wetan dan Desa Pagejugan, Kedunguter Kecamatan Brebes itu meminta anggota DPRD ikut memperjuangkan agar pintu air di Waduk Malahayu bisa dialirkan sampai ke kecamatan Brebes.

Mereka diterima Ketua Komisi B DPRD, dokter hewan Agus Sutrisno didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Konservasi Tanah, Ir Daryono.

Perwakilan petani, Duljiman (45) dari Kelurahan Pasarbatang mengatakan, dalam sepekan ini pasokan air ke sawahnya kering. Padahal, usia tanaman bawang kurang 20 hari lagi dipanen. Namun karena pengairan kurang, ia khawatir tanaman bawang gagal panen karena puso.

Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Konservasi Tanah, Ir Daryono mengatakan, siap mengalirkan air sampai ke Kecamatan Brebes, sehingga petani tetap bisa menikmati hasil panen. (J16)

Pencuri Motor Ditangkap

KAJEN- Dua pencuri motor, Har (20) dan Rhm (30), warga Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo, ditangkap polisi. Har diringkus di Jetak Kidul, Senin (13/8) malam, sedangkan Rhm dibekuk di Jakarta, Selasa (14/8) siang. Kedua tersangka ditangkap karena diduga mencuri sepeda motor Yamaha Mio G-6934-QB milik Juwita Yanuar Murdiwati (20), warga Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, pada tanggal 8 Juli lalu.

Kapolres Pekalongan AKBP Drs Aan Suhanan MSi melalui Kasat Reskrim AKP Pramuja Sigit W kemarin mengungkapkan, motor itu dicuri saat diparkir oleh korban di halaman rumah temannya di Desa Bojong Minggir, Kecamatan Bojong.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, waktu itu korban sedang bertandang ke rumah temannya. Ketika hendak pulang sekitar pukul 20.00, dia mendapati sepeda motornya tak ada lagi," ujar Pramuja Sigit.

Kedua tersangka mengaku pernah tiga kali mencoba mencuri motor, yakni di Desa Kedungwuni dan Surobayan, Kecamatan Wonopringgo, dan Kesesi. Namun semuanya gagal. (H26-65)

Minyak Goreng Langka

TEGAL - Harga minyak goreng di Kota Tegal kini naik hingga Rp 9.500/ kg. Kondisi itu terjadi, karena pedagang saat ini kesulitan memperoleh stok. Akibatnya, persediaan menjadi terbatas. Untuk mendapatkan pasokan, mereka harus memesannya selama beberapa hari.

Toni (30), salah seorang pedagang minyak goreng di Pasar Pagi Kota Tegal mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi dalam tiga minggu terakhir. Namun, dalam dua minggu pedagang kesulitan mendapatkan stok.

Dia menuturkan, harga jenis minyak goreng sayur kini telah mencapai Rp 9.500/ kg, sebelumnya hanya Rp 8.800 - 9.000/ kg. Sedangkan jenis Malinda yang semula Rp 8.600/ kg, kini naik menjadi Rp 9.200/ kg. Pedagang terpaksa menaikan harga jual, karena nilai beli di agen sudah tinggi. ''Jenis minyak Malinda saya membelinya Rp 8.800/ kg, dan jenis minyak sayur Rp 9.050/ kg,'' terangnya.(H38-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA