logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Penurunan Bendera Persoalan Serius

JAKARTA- Penurunan bendera merah putih dan perusakan gapura HUT RI di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan fenomena politik yang serius dan tidak dapat dianggap remeh.

''Perbuatan sebagian kecil anak bangsa ini sudah berani kepada simbol negara yang sangat tinggi yaitu bendera,'' kata mantan Ketua MPR Amien Rais usai menghadiri perayaan HUT Ke-4 Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta kemarin.

Menurutnya, fenomena ini bukan yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah ada kejadian pengibaran bendera bintang kejora di Papua dan insiden tarian cakalele yang membentangkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di hadapan Presiden.

''Namun, jangan sampai kita meloncat pada sebuah kesimpulan seolah-olah bendera merah putih ditolak di tanah NAD, Papua, dan Maluku,'' ujarnya.

Amien menduga, hal ini hanya merupakan provokasi beberapa orang dan tidak mencerminkan aspirasi seluruh penduduk di daerah tersebut. Karenanya persoalan ini seharusnya tidak ditanggapi secara emosional dan diletakkan pada proporsinya.

''Dimensi-dimensinya dipelajari dengan seksama kemudian dicari penyebabnya baru dipecahkan.''

Pada kesempatan yang sama, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri memprotes penurunan bendera merah putih di NAD yang merupakan bagian dari NKRI.

''Bagaimana pun juga harus segera dilakukan tindakan karena menyangkut simbol negara,'' katanya.

Bukan GAM

Pemerintah masih terus menyelidiki aksi penurunan bendera merah putih tersebut. Namun sejauh ini belum ada indikasi hal itu dilakukan eks anggota GAM.

Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto di Istana Negara mengatakan, "Belum ada indikasi ke arah sana. Tapi semua akan diselidiki."

Tindakan yang dilakukan sekelompok orang tidak dikenal itu, imbuh dia, merupakan tindakan melawan hukum. Dengan demikian, prosesnya pun harus dilakukan sesuai hukum yang berlaku.

Menko Polhukam Widodo AS meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan polisi. "Polisi sudah melakukan tindakan, kita tunggu saja laporannya," kata dia.

Politisi PDI-P Taufik Kiemas menyatakan penurunan bendera di NAD ada kaitannya dengan wibawa pemimpin nasional. Jika pemimpinnya berwibawa, dia yakin peristiwa itu tidak akan terjadi.

"Berarti sekarang ini stabilitas belum ada. Hal ini karena pemimpin kita saat ini tidak berwibawa. Kalau pemimpinnya berwibawa tidak mungkin ada penurunan bendera," ungkap suami mantan Presiden Megawati usai acara Refleksi 62 Tahun Indonesia Merdeka di Jakarta.(J13,dtc-49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA