logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Menangis Lihat Parsiti di Tayangan TV

RUMAH papan tipe 36 di tengah permukiman di Dusun Sayangan, Desa Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Wonosobo sejak kemarin, tertutup rapat. Widayat dan Embuh, orang tua kandung TKI Parsiti (23), tidak berada di rumah itu. Keduanya sudah dijemput media elektronik dan dibawa ke Jakarta. Mereka didampingi Kadus Sayangan Aminoto dan Hansip Suparto.

Dua adik kandung Parsiti, Purwanti (10) dan Wiranti (7), dititipkan kepada keluarga bibinya, Ny Bolot. Sebelum berangkat, Widayat sudah menitip pesan agar anak maupun rumahnya dijaga selama kepergian mereka.

Ny Bolot mengungkapkan, ibu Parsiti menangis saat menitipkan kedua anaknya untuk beberapa waktu, guna mencari tahu kejelasan nasib anak sulungnya yang dianiaya majikan di Malaysia.

Dia mengetahui peristiwa memilukan itu melalui tayangan televisi, Selasa petang lalu. Parsiti adalah sulung tiga bersaudara yang semuanya perempuan. Lulusan SD tahun 1996 itu, sudah pernah bekerja di Semarang dan Jakarta sebagai pramu wisma.

Untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya, gadis berkulit bersih dan cantik itu pun berniat bekerja ke luar negeri. Gadis desa di kawasan pebukitan itu pun mendaftarkan lewat PPTKIS PT Lucky Mitra Abadi agen AP Sumber Pertiwi.

Direktur PT Lucky Mitra Abadi Wonosobo, Eko Tetuko (41) mengatakan, Parsiti dikirim sebagai TKI ke Malaysia pada 4 April 2007. Sebelumnya, di berada di penampungan di Jakarta selama satu bulan lebih.

Ketika meninggalkan Wonosobo, Parsiti bersama 15 calon TKI daerah pegunungan tersebut. Mereka dikirim dengan negara tujuan yang berbeda seperti Taiwan, Hongkong, Singapura, dan Malaysia. Dengan adanya kejadian yang menimpa TKI Parsiti, lanjut Tetuko, pihaknya akan mengusahakan hak-hak TKI tersebut.

Kepala Badan Nasional Pela-yanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP3TKI), Moch Jumbur Hidayat yang saat ini berada di KBRI di Malaysia ketika dihubungi melalui telepon genggam mengatakan, sekarang ini pihaknya sedang menangani kasus TKI Parsiti.(Sudarman-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA