| Kamis, 16 Agustus 2007 | NASIONAL |
Bidang Pertanian Harus Dimaksimalkan
SEMARANG- Hasil praktik pertanian di perkebunan menunjukkan produk buah Indonesia tidak kalah dengan buah impor, bahkan rasanya lebih enak. Untuk itu, pemerintah harus memaksimalkan bidang pertanian. Demikian dikatakan Ketua Primer Koperasi Veteran Republik Indonesia (Prikoveri) Kota Semarang, Sutikno, dalam acara Malam Tirakatan HUT Ke-62 Proklamasi di Gedung Juang 45 Jl Pemuda Semarang, Selasa (14/5) malam. Kegiatan ini bertema ''HUT Ke-62 Proklamasi RI Kita Mantap Tingkatkan Semangat Kebersamaan Tulus Gotong Royong Membangun NKRI Utuh.'' Hadir dalam acara itu pengurus Obor Tani, Budi Dharmawan, mantan Gubernur HM Ismail, Mantan KSAD Jenderal (Pur) Tyasno Sudarto dan Prof Dr Sutomo WE, Muspida Jateng. Selain itu datang pula para penjuang bangsa, antara lain Veteran RI, Angkatan 45, Pejuang Pertempuran Lima Hari Semarang, Brigade 17, PWRI, Bhakti Praja, dan BEM serta organisasi politik dan organisasi masyarakat. Dalam tirakatan tersebut, Sutikno selaku ketua penyelenggara, menyoroti kekurangseriusan pemerintah dalam menangani bidang pertanian. ''Kalau kita bisa memaksimalkan hasil pertanian, pemerintah tidak perlu mengimpor buah. Selain bisa menambah devisa negara, ekspor buah juga akan membantu para petani'' katanya. Dia menjelaskan, saat ini China hanya mampu menggarap tanaman selama 6 bulan, karena ada musim dingin dengan curah hujan sekitar 1.000 ml. Sedangkan Indonesia, menurut dia, curah hujan dalam 12 bulan mencapai 2.000 ml lebih. ''Melihat kondisi alam seperti itu, seharusnya Indonesia lebih hebat dibandingkan China dan negara lain. Sayangnya pemerintah kurang serius menangani bidang pertanian. Padahal, dulu para pejuang di era proklamasi berjuang bersama petani.'' Makna HUT Ditanya mengenai makna HUT Proklamasi, dia mengatakan, sesungguhnya kemerdekaan itu semu. ''Kemerdekaan hanya dirasakan sebagian kecil masyarakat. Di semua aspek kehidupan kita terpuruk. Untuk itu, kita harus melakukan revolusi hati nurani, dimulai dari pejabat agar kebijakannya mengutamakan kepentingan rakyat banyak.'' Dia menambahkan, dalam tirakatan ini warga diminta tidak hanya melakukan doa-doa semata. Namun lebih kepengalamannya, yakni berbuat baik. ''Tirakatan adalah sikap tulus menghindarkan diri dari perbuatan buruk. Untuk itu dalam HUT Ke-62 RI ini, saya mengajak masyarakat untuk berbuat baik kepada umat,'' tegasnya. Sementara Tyasno dalam orasinya menyoroti perjanjian Indonesia dengan Singapura. ''Saya sangat menyesalkan ucapan pejabat bahwa kita punya lahan, sedangkan Singapura punya uang. Karena kitalah yang membesarkan Singapura, negara kecil, menjadi kuat,'' katanya. (H40-18) |