logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Syamsir Mengaku Tidak Tahu Kasus Munir

JAKARTA- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar mengaku tidak tahu menahu soal dokumen keterlibatan BIN dalam pembunuhan aktivis HAM, Munir. Alasannya, kasus itu terjadi jauh sebelum dia menjadi orang nomor satu di BIN.

"Mana aku tahu. Itu kan kejadian dulu. Aku belum menjabat," kata Syamsir di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (15/8).

Mereka menanyakan seputar novum (bukti baru) tentang dokumen BIN untuk menghabisi Munir.

Syamsir juga mengaku tidak kenal dengan Raden Muhammad Patma Anwar alia Ucok alias Empe alias Aa yang menjadi anggota BIN sejak 2000 dengan pangkat agen muda golongan III C.

Patma disebut-sebut terlibat pembunuhan Munir.

"Saya nggak tahu siapa itu. Kalau perlu polisi tangkap," tandasnya.

Senin (13/8), pengacara Pollycarpus, M Assegaf, mendatangi BIN untuk menyerahkan surat setebal empat halaman.

Dia ingin mendapatkan klarifikasi atas 4 hal yang termuat dalam berkas memori PK Kejari terhadap Polly.

Klarifikasi itu seputar keterlibatan agen BIN dalam pembunuhan Munir pada 2004. (dtc-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA