| Kamis, 16 Agustus 2007 | NASIONAL |
Seleksi Taruna Akpol Terbersih, Masuk MuriSEMARANG- Seleksi penerimaan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) TA 2007 mendapat apresiasi dari museum rekor dunia Indonesia (Muri), Rabu (15/8). ''Saya sangat salut dan menjunjung tinggi dedikasi, konsistensi, dan komitmen yang dipegang teguh oleh petinggi Polri dan jajaran di bawahnya. Proses seleksi tahunan yang paling bersih, transparan, dan akuntabel. Bukan hanya di Indonesia. Tapi di seluruh dunia. Karena Polri hanya ada di Indonesia,'' ujar Direktur Utama Muri, Jaya Suprana, yang langsung disambut tawa dan tepuk riuh seluruh yang hadir di Gedung Cendekia Akpol, Semarang. Pernyataan itu disampaikan usai memberikan penghargaan nomor 2.701 Muri kepada Akpol. Piagam penghargaan diserahkan kepada Wakapolri Komjen Drs Makbul Padmanagara. Tepuk riuh pun terus membahana dari jajaran Polri, Komisi III DPR, Kompolnas, LSM, pers dan orang tua calon taruna. Jaya Suprana yang juga Komisaris dan Direksi PT Jamu Jago tersebut mengatakan, kelak lembaga lain yang dapat bertindak dan bersikap seperti itu juga mendapat penghargaan. Dia menyebut dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas (Panwas). ''Kalau bisa bersikap seperti ini, tentu kami akan memberikan apresiasi. Karena sikap dan semangat bersih, transparan dan akuntabel adalah sesuatu yang baik dan layak mendapat penghargaan,'' terang dia. ''Ini benar-benar lembaga yang luar biasa. Karena bisa melaksanakan proses perekrutan yang bersih dan begitu transparan. Menurut saya lembaga lain juga layak menirunya. Karena perekrutan taruna Akpol bisa dijadikan contoh dan acuan,'' terang anggota Kompolnas Drs Novel Ali. Makbul Padmanagara mengungkapkan, penghargaan dari Muri merupakan bukti kerja keras jajarannya yang duduk di komisi persiapan penetapan peserta pendidikan (KP4) penerimaan taruna Akpol TA 2007, mendapat pengakuan. ''Ini kebanggaan. Namun juga menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kinerja lebih baik lagi,'' terang dia. Deputi SDM Kapolri Irjen Drs Bambang Hadiyono mengatakan, kuota taruna dan taruni 300 orang. Untuk kuota S1 dan S2 putra 200 orang dan putri 30 orang. Kuota berpendidikan SMU, D3 dan D4 sebanyak 50 putra dan 20 putri. ''SDM dari SMU, D3 dan D4 merupakan produk transisi. Tahun depan semua taruna dari S1 dan S2. Karena ini merupakan tuntutan tugas polri yang harus dipenuhi dan dijawab,'' terang dia.(D12,H21-60) |