logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Perampok Bobol Tiga Mesin ATM

YOGYAKARTA- Kawanan perampok kembali beraksi di wilayah hukum Poltabes Yogyakarta. Dalam aksinya di kawasan Rumah Sakit Happy Land di Jalan Ipda Tut Harsono, Kota Yogyakarta, selain melumpuhkan tiga Satpam setempat, kawanan bersenjata api itu juga menguras isi tiga mesin ATM milik tiga bank yang ada.

Untuk memudahkan aksinya, kawanan yang diduga terdiri lebih empat orang itu juga melengkapi diri dengan sebuah mesin las. Dengan alat itu mereka menjebol isi tiga mesin. Kerugian ditaksir sekitar Rp 500 juta.

Aksi terjadi sekitar jam 04.00 dan berlangsung cepat. Penjahat mengendarai mobil kijang kapsul warna gelap.

Saat tiba di kompleks mesin ATM, satpam Sugiarto, Tarmiati, dan Siswono mengira mereka akan mengambil uang di ATM tersebut.

Namun begitu turun dari kendaraan, salah seorang dari kawanan itu langsung menodongkan senjata api yang diperkirakan jenis revolver.

Perampok itu langsung menyekap ketiganya dan seorang tukang cuci RS Happy Land, Anjas. ''Saat itu saya dan Tarmiati sedang mengambil air untuk wudu di bagian belakang,'' Sugiarto.

Diancam

Begitu kembali ke pos, ternyata dua kawannya sudah disekap, sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena diancam akan dibunuh. Selama disekap, Sugiarto mendengar bunyi mesin ATM yang dipukuli dan suara mesin las serta bau karbit.

Sekitar 30 menit kemudian kawanan perampok itu kabur sambil membawa salah satu mesin ATM yang belum bisa dibuka dengan mesin las. Kepala Satuan I Reserse dan Kriminal Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Darmanto saat olah tempat kejadian perkara (TKP) menyatakan, berdasarkan keterangan para saksi, jumlah kawanan penjahat diperkirakan lima orang.

Dari empat mesin ATM yang ada, tiga di antaranya berhasil dijebol yaitu ATM BCA, Danamon, dan Bukopin. Sedang mesin ATM Mandiri, kata dia, diangkut ke dalam mobil dan dibawa kabur. ''Kami belum tahu berapa kerugian, tapi diperkirakan sekitar Rp 500-an juta,'' ujarnya.

Kapoltabes Yogyakarta menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya aksi pencurian dengan pemberatan di wilayahnya akhir-akhir ini. Untuk mengusut kasus tersebut pihaknya menggunakan peralatan Global Positioning System (GBS). Menurut dia, alat tersebut bisa mengetahui posisi mesin ATM yang dibawa kabur. (P58-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA